SuaraJawaTengah.id - Pemerintah daerah sudah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM ke warga di Kabupaten Banyumas. Dalam pembagian tersebut, warga yang mendapat bantuan merasa bersyukur. Namun ada yang mengaku jumlah yang dibagikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Seperti yang dikatakan Nur Tiwi (42) Warga Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara saat mendampingi Budenya, Mbah Siwen (75) yang mendapat BLT BBM. Ia mengatakan bantuan BLT senilai Rp500 ribu dirasa kurang.
"Ini saya menerima Rp500 ribu. Kalau bantuan ini ya tidak cukup. Tapi tidak apa-apa disyukuri saja. Terima segini Alhamdulillah," katanya kepada wartawan, Kamis (8/9/2022) sore.
Bantuan yang diterima warga sudah ditambah dengan sumbangan dari pemerintah daerah. Dengan rincian BLT BBM Rp200 ribu, santunan untuk sembako Rp300.
Ia tidak menjelaskan bantuan yang selayaknya diterima jumlahnya berapa. Apalagi bantuan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan selama dua bulan.
"Saya tidak mau ngomong berapa, tapi ini kalau untuk sebulan saja tidak cukup. Tapi buat Mbah ya tidak apa-apa," terangnya.
Uang tersebut rencananya akan dibelikan kebutuhan hidup, seperti beras, susu dan sebagainya. Selain itu juga untuk operasional mengantarkan budenya jika butuh mobilitas diluar.
"Ya beli makannya Mbah saja, seperti susu. Terus juga kadang beli bensin. Kemarin juga untuk beli telor tapi harganya sudah naik," terangnya.
Dirinya tidak mengetahui bantuan tersebut akan berlangsung berapa lama. Namun di undangan tertulis untuk tahap pertama. Meski begitu ia sangat bersyukur karena selain BLT BBM budenya juga menerima bantuan PKH untuk lansia.
"Selain ini juga dapat PKH. Jumlahnya Rp600 ribu tapi terimanya per tiga bulan sekali. Jadi ya alhamdulilah cukup membantu," jelasnya.
Sementara itu Lurah Karangwangkal, Pujiastuti Trisnaningsih menjelaskan, total warga Kelurahan Karangwangkal yang mendapat BLT ada 25 penerima. Namun ada yang tidak mendapat bantuan PKH tapi dapat bantuan BLT BBM begitu juga sebaliknya. Atau bahkan ada juga yang menerima dobel.
"Yang dapat itu yang masuk DTKS. Tapi ada juga yang sudah dapat PKH tapi tidak dapat ini, terus ada juga yang dapat BLT BBM tidak dapat PKH. Ada juga yang dapat duanya. Kalau yang BLT BBM kita cuma disuruh nyebar undangan ke penerima. Tidak pernah mendata. Semua data dari pusat," tutupnya.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar