Bahkan PLTMH rakitan yang dibuat para pemuda desa itu bisa menghasilkan listrik untuk penerangan kedai kopi.
Usaha mewujudkan mandiri energi untuk kedai kopi yang dilakukan para pemuda desa juga berbuah manis.
PLTMH yang mereka rakit dan usaha mewujudkan mandiri energi dilirik perusahaan BUMN pada 2021.
Perusahaan BUMN itu pun merangkul para pemuda desa. PLTMH yang ada pun dibangun ulang untuk menghasilkan listrik lebih besar.
"Sampai sekarang listriknya masih kami manfaatkan, untuk semua keperluan kedai. Baik penerangan hingga alat untuk mengolah kopi juga bersumber dari PLTMH," jelasnya.
Keunikan tersebut menarik para pengunjung, dan membuat Kopi Pucue Kendal semakin populer.
Dari sana para pemuda desa merangkul petani kopi di sekitar Desa Ngesrepbalong untuk memasarkan kopi lokal.
"Kopi yang kami jual ada arabica dan robusta, kopi tersebut dari petani asli desa. Pengunjung juga selalu memadati kedai yang dikelola pemuda desa ini, bahkan omset rata-rata bisa Rp 4 juta lebih setiap pekan," katanya.
Adapun Ketua Pokdarwis Gunungsari Pucuke Kendal, Wahyudi berujar, PLTMH tersebut memiliki kapasitas 1.000 Watt.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Operasikan SPKLU di Kalbar Sebagai Bentuk Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik
"Kapasitas tersebut bisa menghidupkan puluhan lampu untuk menerangi jalan sepanjang 200 meter menuju kedai kopi, hingga alat memproses kopi di kedai," paparnya.
Tak hanya untuk keperluan kedai, menurut Wahyudi, tempat pengeringan kopi juga memanfaatkan listrik dari PLTMH.
"Saat kedai tutup, listrik dialirkan ke tempat pengeringan kopi dengan lampu sebesar 600 Watt," terangnya.
Wahyudi menerangkan warga tak ingin menambahkan unit PLTMH yang ada.
Hal itu lantaran, warga sekitar ingin menjaga eksistensi sungai tetap lestari.
"Jangan sampai karena banyak PLTMH pasokan air untuk pentani berkurang. Kami ingin kapasitas listriknya bisa lebih besar, namun tetap menggunakan satu unit PLTMH. Karena lingkungan jadi kunci untuk para petani, kami tidak ingin lingkungan rusak," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Genjot Produktivitas Pangan, Pemprov Jateng Alokasikan Rp65,5 M untuk Perbaikan Jaringan Irigasi
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak