SuaraJawaTengah.id - Kedai kopi satu ini berbeda dengan warung kopi pada umumnya. Selain menjual kopi lokal dan dikelilingi hutan, kedai kopi satu ini tak pernah mengandalkan pasokan listrik dari PLN.
Kedai kopi yang terletak di lereng Gunung Ungaran itu juga bisa dikatakan kedain kopi mandiri energi satu-satunya di Jawa Tengah.
Hal itu lantaran kedai kopi yang ada di Desa Ngesrepbalong Kabupaten Kendal tersebut, memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
Pemanfaatan listrik dari PLTMH bahkan bisa digunakan 24 jam penuh tanpa khawatir ada pemadaman bergilir.
Walaupun letaknya di himpit hutan dan jurang, bahkan akses masuk hanya bisa dilintasi sepeda motor.
Namun kedai yang tak jauh dari perkebunan kopi tersebut selalu ramai pengunjung.
Kedai tersebut adalah Kopi Pucue Kendal, yang menempati lereng Gunung Ungaran sisi utara di ketinggian sekitar 1400 MDPL.
Menurut Indra Hermawan (25), pengurus kedai tersebut, kedai kopi bernuansa alam itu berdiri sejak 2020.
Berdirinya kedai tersebut dibarengi usaha para pemuda desa mewujudkan energi mandiri.
Baca Juga: Pemerintah Resmi Operasikan SPKLU di Kalbar Sebagai Bentuk Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik
"Karena ada aliran air kami berfikir untuk memanfaatkannya, paling tidak untuk menghidupkan lampu untuk kedai. Maka dari itu para pemuda membuat PLTMH," ucapnya kepada SuaraJawaTengah.id, beberapa waktu lalu.
Perjuangan pemuda desa mewujudkan kemandirian energi pun tak berjalan mulus.
Namun dalam perjalanannya, para pemuda desa tak patah arang dan selalu berinovasi.
Bahkan PLTMH rakitan yang dipakai tak secanggih sekarang, lantaran bahan untuk PLTMH seadanya.
"Kami memanfaatkan bahan yang ada untuk merakit PLTMH, misalnya turbin dari dinamo mobil, kincir juga memanfaatkan veleg kendaraan bekas," paparnya pemuda Desa Ngesrepbalong itu.
Berkat kegigihan, PLTMH rakitan tersebut bisa digunakan hampir satu tahun lamanya.
Bahkan PLTMH rakitan yang dibuat para pemuda desa itu bisa menghasilkan listrik untuk penerangan kedai kopi.
Usaha mewujudkan mandiri energi untuk kedai kopi yang dilakukan para pemuda desa juga berbuah manis.
PLTMH yang mereka rakit dan usaha mewujudkan mandiri energi dilirik perusahaan BUMN pada 2021.
Perusahaan BUMN itu pun merangkul para pemuda desa. PLTMH yang ada pun dibangun ulang untuk menghasilkan listrik lebih besar.
"Sampai sekarang listriknya masih kami manfaatkan, untuk semua keperluan kedai. Baik penerangan hingga alat untuk mengolah kopi juga bersumber dari PLTMH," jelasnya.
Keunikan tersebut menarik para pengunjung, dan membuat Kopi Pucue Kendal semakin populer.
Dari sana para pemuda desa merangkul petani kopi di sekitar Desa Ngesrepbalong untuk memasarkan kopi lokal.
"Kopi yang kami jual ada arabica dan robusta, kopi tersebut dari petani asli desa. Pengunjung juga selalu memadati kedai yang dikelola pemuda desa ini, bahkan omset rata-rata bisa Rp 4 juta lebih setiap pekan," katanya.
Adapun Ketua Pokdarwis Gunungsari Pucuke Kendal, Wahyudi berujar, PLTMH tersebut memiliki kapasitas 1.000 Watt.
"Kapasitas tersebut bisa menghidupkan puluhan lampu untuk menerangi jalan sepanjang 200 meter menuju kedai kopi, hingga alat memproses kopi di kedai," paparnya.
Tak hanya untuk keperluan kedai, menurut Wahyudi, tempat pengeringan kopi juga memanfaatkan listrik dari PLTMH.
"Saat kedai tutup, listrik dialirkan ke tempat pengeringan kopi dengan lampu sebesar 600 Watt," terangnya.
Wahyudi menerangkan warga tak ingin menambahkan unit PLTMH yang ada.
Hal itu lantaran, warga sekitar ingin menjaga eksistensi sungai tetap lestari.
"Jangan sampai karena banyak PLTMH pasokan air untuk pentani berkurang. Kami ingin kapasitas listriknya bisa lebih besar, namun tetap menggunakan satu unit PLTMH. Karena lingkungan jadi kunci untuk para petani, kami tidak ingin lingkungan rusak," imbuhnya.
Kontributor : Aninda Putri Kartika
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Polisi Amankan Pria Diduga Mabuk dan Mengamuk di Depan Gerbang UNS
-
BRIN Minta Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar Diterapkan Bertahap
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air
-
Pembangunan Stadion Kendal Tornado FC Disiapkan, Jadi Tonggak Kemajuan Sepak Bola Daerah