SuaraJawaTengah.id - Dokter Spesialis Gizi dr. Christopher Andrian menjelaskan bahwa selama pandemi, masalah yang paling umum dialami oleh sebagian besar masyarakat adalah kenaikan berat badan dikarenakan berkurangnya aktivitas.
"Pasti selama pandemi ini kita cenderung mengurangi aktivitas ya. Semua serba online, akses serba gampang, nomor satu komplikasi yang paling sering muncul adalah peningkatan berat badan. Jadi dari tahun 2020 sampai sekarang 2022 itu banyak sekali pasien yang ke saya 2 tahun ini naik 12 kilo bahkan 20 kilo," kata Christopher dikutip dari ANTARA Jumat (16/9/2022).
Lebih lanjut, peningkatan berat badan ini akan berimbas ke masalah kesehatan lainnya. Misalnya seperti kolesterol yang naik hingga asam urat yang bermasalah. Sehingga, tak heran di masa pandemi ini banyak pasiennya yang mendapatkan hasil lab kurang memuaskan saat medical check up.
"Peningkatan berat badan, obesitas, memiliki komplikasi yang lain. Kolesterol jelek, asam urat bermasalah, makanya pasien-pasien yang GMCU terutama yang rutin ke medical check up pasti hasil lab nya ikutan merah-merah. Itu banyak sekali sepanjang pandemi ini," jelasnya.
Untuk menangani masalah tersebut, cara yang dapat menjadi solusi adalah dengan melakukan diet. Namun, masyarakat diimbau untuk memahami arti diet yang sesungguhnya. Menurut Christopher, diet yang sehat dan jangka panjang adalah diet yang sesuai dengan diri sendiri.
"Sebenarnya kalau ditanya diet yang sehat itu apa, adalah bagaimana caranya kita supaya kita tahu pola makan yang sesuai sama kita itu apa supaya kita bisa long lasting. Bisa jangka panjang pola makannya. Jadi gak cuma short term. Misal mau diet karena mau turunin berat badan. Terus setelah turun mau apa?" papar Christopher.
Selain itu, Christopher juga menekankan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih pola diet yang dijalankan. Sebab, diet yang salah justru dapat memperburuk imunitas tubuh.
Christopher menjelaskan, pola menjalankan diet yang sehat adalah dengan berpegang pada empat pilar yakni nutrisi yang harus terpenuhi, tidur yang cukup dan berkualitas, mindfulness dengan menghindari stres, serta berolahraga yang rutin.
"Selama pandemi ini saya selalu menekankan, kita harus hati-hati supaya imun kita baik. Karena banyak sekali diet populer sekarang yang justru malah jadi boomerang bagi diri sendiri. Yang tadinya mau sehat malah jadi bermasalah," ujar Christopher.
Baca Juga: Olahraga Tak Hanya tentang Menurunkan Berat Badan, tetapi Kesehatan secara Menyeluruh
"Prinsipnya selama pandemi supaya tubuh tetap sehat, harus ingat empat pilar yaitu nutrisi, sleep atau tidur, olahraga dan terakhir mindfulness. Nah empat pilar ini berkaitan satu sama lain untuk membentuk imun yang baik," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan