SuaraJawaTengah.id - Dokter Gizi Klinik Siloam Hospitals TB Simatupang Jakarta dr. Christopher Andrian berpesan agar masyarakat menyesuaikan menu sarapan dengan aktivitas harian karena kebutuhan nutrisi setiap orang berbeda-beda.
"Tergantung, habis sarapan itu kita mau ngapain? Kalau habis sarapan terus tidur lagi kira-kira penting nggak? Istilahnya, sarapan itu kan bahasa Inggrisnya breakfast ya. Mem-break fasting, karena kita sudah puasa selama tidur," jelas Christopher dikutip dari ANTARA pada Minggu, (18/9/2022)
Kini, salah satu jenis diet yang cukup banyak dilakukan adalah intermittent fasting. Pola diet ini dilakukan dengan cara menentukan jadwal makanan di jam-jam tertentu. Menurut Christopher, pola diet ini juga dapat membantu menurunkan berat badan.
"Nah ada juga sekarang istilahnya kalau diet itu intermitten fasting. Itu kita tidak makan sampai jam tertentu. Biasanya mereka rapel jam makannya dari jam 12 siang sampai jam 5 sore misalnya. Ini ada plus minusnya sebetulnya. Karena kalau misalnya kita kasih detail seperti itu berarti dia cuma punya waktu makan itu pendek. Mau makan apa saja bebas yang penting dari jam 12 sampai jam 5," papar Christopher.
"Secara nggak langsung dia mengurangi total impact hariannya. Bisa turun nggak berat badan? Ya bisa-bisa saja karena dia nggak sarapan. Itu berarti dia mengurangi impact kalori hariannya. Tapi tergantung makanannya apa. Balik lagi sama kebiasaan," sambungnya.
Namun, Christopher juga menegaskan agar masyarakat waspada dalam menjalankan program diet tersebut. Sebab, di kondisi kesehatan tertentu, sarapan sangatlah penting. Misalnya seperti penderita maag atau penderita diabetes.
Sehingga, Christopher mengatakan sebelum memilih jenis diet, cobalah untuk mengenali diri sendiri lebih dulu. Dengan demikian, diet pun akan lebih efektif dan lebih sehat.
"Kalau ditanya sarapan apa nggak, sehat apa nggak, misal orang yang ada sakit maag, orang yang ada sakit gula, diabetes, lebih baik sarapan supaya gula darahnya lebih stabil. Supaya lambung kerjanya nggak berat. Makanya pentingnya sarapan untuk itu. Apalagi kalau yang aktivitasnya tinggi," ujar Christopher.
"Kalau aktivitas tinggi terus nggak makan, risiko untuk gula darah kita drop itu besar. Apalagi sekarang banyak yang menghindari karbo. Padahal itu masih kita perlukan untuk konsentrasi, suplai darah ke otak. Karena kalau kekurangan gula, bisa lemas, gemetar, bahkan mengganggu konsentrasi," imbuhnya.
Baca Juga: Deretan Menu yang Disantap Ratu Elizabeth II, Sarapan hingga Makan Malam
Terakhir, dia juga menegaskan agar orang yang sedang menjalani diet penurunan berat badan untuk tidak mengonsumsi dua atau tiga jenis karbohidrat sekaligus. Sebab, hal ini justru akan menggagalkan diet dan dapat mengganggu kesehatan.
"Kalau mau sarapan prinsipnya jangan mengkombinasikan dua atau tiga jenis karbo dalam sekali makan. Ini buat yang mau turunin berat badan ya. Jadi kalau misalnya makan roti, pilihlah isian dengan sumber protein, sumber lemak yang baik dan juga serat," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter