SuaraJawaTengah.id - Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, warga Grumbul Menggala, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dibuat geram.
Pasalnya jalan desa di kawasan tersebut diterjang banjir bandang saat hujan deras mengguyur.
Kondisi banjir bandang tersebut sempat terekam oleh ponsel warga dan tersebar di media sosial. Beberapa potongan video yang tersebar menggambarkan kondisi derasnya banjir karena kontur jalan turunan bak sungai keruh yang mengalir.
"Banjir, Menggala pertelon dadi kali membanjiri rumah warga. Akibat proyek BPTU mbludak," kata seseorang dalam potongan video yang tersebar.
Dalam potongan video lain yang berdurasi 30 detik nampak warga tengah mengevakuasi pot di halaman rumahnya yang nyaris hanyut diterjang banjir bandang.
"Banjirnya parah ini yakin. Innalillahi wa innailaihi rojiun," teriak seorang perempuan di potongan video tersebut.
Oleh sebabnya, setelah kondisi banjir surut warga ramai-ramai langsung menggeruduk kantor Balai Pembibitan Ternak Unggul (BPTU) Sapi yang ada di atas permukiman warga.
Kedatangan mereka untuk meminta pertanggungjawaban karena jalan menuju tempat wisata Curug Cipendok di dusun mereka diterjang banjir pada Kamis (22/9/2022).
Seorang warga Desa Karangtengah, Ripto Sudarmo menjelaskan terdapat dua embung di wilayah itu. Namun satu embung kondisinya sedang dinormalisasi. Karena hanya satu embung yang berfungsi, tidak kuat menampung volume air.
Baca Juga: Sejumlah Kecamatan di Padang Pariaman Terendam Banjir, Ratusan Kepala Keluarga Dievakuasi
"Luapan air dari embung mengalir deras ke bawah melalui selokan hingga meluap ke jalan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (22/9/2022).
Menurutnya kondisi seperti ini baru pernah terjadi pada tahun ini. Meski tidak sampai masuk ke permukiman warga, dirinya meminta ada tindak lanjut dari pemerintah kabupaten karena banyak warga yang khawatir.
"Tadi hujan deras dari jam satu iang. Terus mulai banjir sekitar pukul setengah tiga sore. Baru pernah terjadi sih ini. Dari dulu tinggal di sini belum pernah banjir," terangnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Banyumas, Budi Nugroho membenarkan adanya peristiwa banjir bandang ini. Ia menjelaskan penyebab peristiwa banjir dikarenakan adanya pengurasan dan normalisasi embung.
"Untuk kejadian kemarin, penyebabnya adalah BPTU Sapi melakukan pengurasan dan pendalaman bak tampung kotoran sapi dengan cara penyodetan (mengalirkan air ke saluran lain)," jelasnya.
Menurutnya, saat hujan terjadi, tiba-tiba debit air mengalami peningkatan masuk kedalam bak penampungan sehingga terjadi air keluar tidak terkontrol yang menyebabkan banjir bandang terjadi di wilayah tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal