SuaraJawaTengah.id - Penggalian Situs Watesumpak di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Jawa Timur, dilakukan sejak Sabtu (19/9/2022).
Tim Badan Peninggalan Cagar Budaya Jawa Timur -- tim yang melakukan ekskavasi -- menduga Situs Watesumpak merupakan pemukiman pada zaman Kerajaan Majapahit.
Koordinator Tim Eskavasi Situs Watesumpak Vidi Susanto menyebutkan temuan-temuan di lapangan mengindikasikan hal itu, seperti pecahan genting mirip temuan genting zaman Kerajaan Majapahit.
“Genting ini jumlahnya banyak, tapi pecahan. Genting ini mengindikasikan era Majapahit yang sering kita jumpai di situs-situs pemukiman-pemukiman era kerajaan Majapahit seperti Segaran, Grogol, Sumur Upas itu juga indikasinya ke sana,” kata Vidi dalam laporan Beritajatim, Jumat (23/9/2023).
Selain menemukan genting, tim juga menemukan ukel, bumbungan atap semacam kemuncak serta miniatur atap bangunan candi, tembikar, dan mangkok.
“Dengan adanya temuan-temuan genting, bubungan atap kemudian adanya ukel itu mengindikasikan bangunan-bangunan yang bertiang, bisa jadi sifatnya organik ya (kayu) di atasnya ada genteng. Lalu berdiri di atas umpak, hanya saja kita belum tahu umpaknya batu bata atau batu,” katanya.
Ukel biasanya dipakai di sudut-sudut atap rumah. Vidi menyebut biasanya atap berbentuk limas dan sudutannya terdapat ukel.
Tim belum dapat memastikan genting yang ditemukan dibuat tahun berapa.
“Seperti relief, prasasti, dan sebagainya. Kalau tahun dengan indikasi temuan genting, itu beberapa dengan analogi situs-situs yang lain itu memang mengarah ke arah pemukiman yang ada di era Majapahit. Situs Watesumpak ini diduga bukan pemukiman warga biasa,” kata dia.
Baca Juga: Gagahnya Wringin Lawang, Diduga Gapura Kerajaan Majapahit yang Hilang
Hal ini diperkuat dengan temuan belokan di sebelah selatan yang mirip pagar.
Tim menduga pemukiman di kawasan Situs Watesumpak dulunya untuk kaum bangsawan. Data tersebut didapat dengan pembanding dengan relief yang ada di museum Pusat Informasi Majapahit.
“Itu pola pemukimannya di dalam sebuah pagar, lalu di dalamnya ada pembagian ruang. Ada rumah-rumah begitu, dia masuknya lewat gapura, kalau zaman sekarang bisa dilihat di pemukiman yang ada di Bali. Hal ini membedakan antara pemukiman orang biasa dengan bangsawan,” kata dia.
Dalam kitab Negarakertagama, kata Vidi, pemukiman warga biasa berbanjar dan tidak memiliki pagar. Sementara pemukiman bangsawan, keraton, puri atau pemukiman kerabat keraton memiliki pagar.
Sebelumnya, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur melakukan ekskavasi di Situs Watesumpak setelah ditemukan 14 tahun lalu. ekskavasi Situs Watesumpak dilakukan selama 10 hari, yakni mulai tanggal 19-28 September 2022.
Berita Terkait
-
Kisaran Harga Koin Kuno Peninggalan Kerajaan Majapahit, Capai Puluhan Juta
-
Ngaku Masih Punya Garis Keturunan, Gus Miftah Kena Nyinyir: Akhirnya Terjawab Penyebab Runtuhnya Kerajaan Majapahit..
-
Gus Miftah Ngaku Keturunan ke-18 Prabu Brawijaya, Muncul Silsilah Keluarga SBY dari Trah Majapahit: Saudaraan?
-
Percaya Diri Ngaku-Ngaku Keturunan Brawijaya, Gus Miftah Di-Skakmat Ahli Sejarah: Itu Tokoh Fiktif
-
Bagaimana Artefak Kerajaan Majapahit Bisa Diselundupkan ke Amerika Serikat?
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem