SuaraJawaTengah.id - Hari-hari ini menjadi penderitaan bagi kebanyakan petani tomat di Magetan.
Betapa tidak menderita, hasil panen mereka melimpah ruah, tetapi harga tomat menurun sehingga para petani rugi besar.
Laporan Beritajatim menyebutkan harga tomat di kota itu sekarang hanya Rp1.000 per kilogram di tingkat petani.
Seorang petani tomat bernama Suharjito mengatakan keadaan sekarang benar-benar menjadi beban bagi dia juga petani-petani lainnya.
Mereka rugi karena hasil penjualan tomat tak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan, misalnya untuk biaya perawatan, pupuk, pestisida, dan tenaga.
Suharjito memiliki lahan yang dia tanami tomat sekitar 0,25 hektare. Hasil penjualan panen belakangan ini, dia hanya mendapatkan sekitar Rp 3 juta atau setara dengan tiga ton tomat.
Padahal, petani di Desa Sumberagung, Plaosan itu telah mengeluarkan biaya produksi sampai Rp 6 juta.
“Panennya kan sekitar 7 kali. Dapatnya beda-beda. Tapi ya harganya tetap Rp1.000 per kilogram. Dari biasanya bisa mencapai Rp5.000. Kami rugi banyak terutama untuk biaya beli pupuk dan pestisida. Harga pupuk mahal, subsidi dapat jatah sedikit,” kata Suharjito.
Suharjito menduga penurunan harga tomat dipengaruhi banyaknya pasokan tomat dari luar daerah ke Magetan. Alhasil, harga tomat lokal turun drastis.
Baca Juga: Nggak Bikin Gendut! Ampuh Atasi Rasa Lapar, Coba 8 Jenis Makanan Ringan Ini
Dia dan petani-petani yang lain berharap kepada pemerintah untuk mengatur harga tomat.
“Ya kami petani tomat, total ada 20 orang di Sumberagung mengharap segera ada campur tangan pemerintah. Utamanya bagi kami soal pupuk yang mahal dan kalaupun subsidi pasti hanya dapat sedikit,” kata dia.
Meskipun hasil penjualan sedikit, dia tetap memetik tomat dan menjualnya agar tak rugi banyak.
Berita Terkait
-
Meriah! Ratusan Warga Lembang Beradu Tomat dalam Festival Perang Tomat 2026
-
Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi
-
Pohon Tumbang di Magetan Tewaskan Anak 10 Tahun, Dua Orang Tuanya Luka
-
5 Alasan Kenapa Tomat Wajib Jadi Skincare Favorit
-
Susunan Pebalap Moto2 musim 2026: Ada Rider dari Magetan Mario Aji
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang
-
Enam Korban Keracunan MBG Semarang Masih Dirawat, Dinkes Tunggu Hasil Uji Laboratorium