- Pawai Ogoh-Ogoh menyemarakkan Tawur Ageng Kesanga di Desa Klinting Banyumas sehari sebelum Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
- Arak-arakan Ogoh-Ogoh melambangkan sifat negatif manusia yang dibersihkan melalui ritual sebelum umat Hindu Nyepi.
- Pelaksanaan Nyepi di Banyumas berjalan kondusif didukung toleransi tinggi antarumat beragama di wilayah tersebut.
SuaraJawaTengah.id - Pawai Ogoh-Ogoh menyemarakkan rangkaian Tawur Ageng Kesanga yang diselenggarakan umat Hindu di Desa Klinting, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Arak-arakan Ogoh-Ogoh yang diikuti umat Hindu dari sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas berlangsung meriah dengan iringan gamelan dan doa bersama sebagai bagian dari ritual penyucian alam sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
Ogoh-Ogoh diarak dari Lapangan Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Banyumas, menuju Pura Pedaleman Giri Kendeng sebagai pusat pelaksanaan rangkaian upacara.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyumas Slamet Raharjo mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus budaya yang semakin dikenal masyarakat luas.
“Antusiasme warga sangat baik. Pawai Ogoh-Ogoh ini bukan sekadar tradisi, juga bagian dari rangkaian ritual Tawur Ageng Kesanga untuk menyucikan diri dan lingkungan sebelum Nyepi,” katanya.
Ia mengatakan Ogoh-Ogoh melambangkan sifat-sifat negatif manusia yang harus dikendalikan sehingga melalui prosesi arak-arakan dan ritual selanjutnya, umat diharapkan mampu membersihkan diri secara lahir dan batin.
Sementara itu, Tawur Ageng Kesanga merupakan bagian penting menjelang Nyepi yang diisi dengan persembahyangan dan ritual Yadnya.
Setelah rangkaian tersebut, umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata Penyepian selama 24 jam.
Selama Nyepi, umat menjalankan empat pantangan utama yakni amati geni (tidak menyalakan api atau lampu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan).
Baca Juga: 15 Wisata Banyumas Paling Hits untuk Libur Sekolah Akhir Tahun 2025
Meskipun perayaan Nyepi identik dengan tradisi serupa di Bali, pelaksanaan di Banyumas memiliki kekhasan tersendiri dengan nuansa kebersamaan.
Lebih lanjut, Slamet mengakui dari sekitar 450 umat Hindu di Kabupaten Banyumas, sekitar 200 orang di antaranya merupakan warga Desa Klinting.
Menurut dia, pelaksanaan Nyepi di Banyumas setiap tahunnya berlangsung kondusif berkat tingginya toleransi antarumat beragama.
“Toleransi di Banyumas sangat bagus, tidak pernah ada gesekan sedikit pun. Sampai hari ini kami saling membantu,” katanya.
Ia meyakini kegiatan takbiran pada Kamis (19/3) malam yang digelar sebagian umat Islam yang merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat (23/3) tidak menjadi kendala bagi umat Hindu dalam menjalani penyepian pada 19 Maret, pukul 05.59 WIB, hingga 20 Maret, pukul 06.00 WIB.
“Bagi kami mari bersama-sama saling menghargai. Kami juga tetap menghormati karena tujuan kita sama, menuju kebaikan. Jadi tidak menjadi masalah,” katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas
-
Kisah Darwati, Agen BRILink yang Dekatkan Layanan Perbankan hingga Pelosok Kabupaten Semarang
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri