- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memantau harga dan pasokan bahan pokok di Pasar Gede Solo pada Rabu (18/3/2026).
- Luthfi menekankan pentingnya pengecekan langsung lapangan meskipun telah tersedia aplikasi pemantau harga.
- Pemprov Jateng melalui PT JTAB akan mengintervensi pasar jika terjadi kenaikan harga bahan pokok menjelang Idulfitri.
SuaraJawaTengah.id - Menjelang perayaan Idulfitri, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung ke Pasar Gede, Solo, Rabu (18/3/2026). Hal itu untuk memastikan harga dan pasokan bahan pokok tetap stabil.
Di tengah keramaian pasar yang membludak, Luthfi tak sungkan berdialog, memborong dagangan, menciptakan suasana hangat yang jarang terlihat.
Ditemani jajaran organisasi perangkat daerah seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta BUMD pangan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), Luthfi menyusuri setiap lorong, menyapa pedagang dengan ramah, dan mendengarkan langsung keluh kesah mereka.
Momen paling mencuri perhatian adalah ketika Luthfi mulai memborong dagangan. Dari kerupuk rambak yang renyah, kacang panjang segar, jamur, hingga pete yang aromanya khas, semua dibelinya.
"Sugeng rawuh di Pasar Gede, Pak Luthfi. Monggo diborong, Pak," seru para pedagang bersahutan, antusias menyambut.
Tak hanya membeli untuk dirinya, Luthfi juga mentraktir beberapa warga yang sedang berbelanja, membelikan barang-barang kebutuhan mereka.
Sontak, senyum sumringah dan ucapan terima kasih memenuhi lorong pasar, menunjukkan betapa sentuhan langsung dari pemimpin sangat berarti bagi rakyatnya.
Di sela interaksi hangat itu, Luthfi menegaskan pentingnya pengecekan langsung di lapangan.
"Kita punya aplikasi untuk memantau harga di seluruh pasar di Jawa Tengah. Tapi itu tidak cukup, harus kita cek langsung di lapangan," ujarnya.
Baca Juga: Seret Nama Gubernur di Pusaran OTT, Ahmad Luthfi Ungkap Fakta Pertemuan dengan Fadia A Rafiq
Baginya, teknologi adalah alat, namun sentuhan manusiawi dan pemahaman langsung terhadap kondisi riil tetap tak tergantikan.
Dua indikator utama yang menjadi fokusnya adalah ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok, yang merupakan kunci ketenangan masyarakat menjelang hari raya.
Dari hasil pantauannya, Luthfi mengakui adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu seperti cabai dan telur ayam ras.
Namun, ia menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar mengingat tingginya permintaan menjelang Lebaran.
"Kalau naik sedikit itu wajar. Cabai di kisaran Rp 70.000 sampai Rp 80.000 masih normal. Kemarin sempat Rp 100.000, sekarang sudah mulai turun," jelasnya.
Sementara itu, stok bahan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam dipastikan aman dan mencukupi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Hoaks atau Fakta? Polisi Klarifikasi Isu Pagar Tinggi di Mal-Mal Solo
-
Polda Jateng Autopsi Jenazah AFF, Pelajar SMP di Pemalang yang Tewas Diduga Korban Perundungan
-
Potensi Kendaraan Listrik di Jawa Tengah Terus Menguat, Semarang Jadi Pasar Strategis
-
Digagalkan! 300 Butir Obat Terlarang dan Sabu Nyaris Masuk Lapas Kelas I Semarang
-
Ramai Dugaan Perundungan, Polisi Cari Fakta di Balik Meninggalnya Pelajar SMP Pemalang