SuaraJawaTengah.id - Pemerhati anak Seto Mulyadi ingin mengunjungi seorang warga binaan Rumah Tahanan Perempuan Surabaya yang baru saja melahirkan pada Sabtu akhir pekan lalu.
Tetapi petugas belum mengizinkannya bertemu warga binaan itu karena dia datang di luar jam besuk.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur Zaeroji mengapresiasi perhatian Seto, tetapi dikatakan Zaeroji petugas tetap harus menaati peraturan.
“Petugas kami tidak bisa memfasilitasi pertemuan tersebut karena sesuai aturan dan SOP yang berlaku, warga binaan tidak bisa ditemui di luar jam kunjungan,” ujar Zaeroji dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).
Zaeroji mengatakan aturan itu harus ditaati agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga, apalagi di rutan perempuan yang dikatakan memiliki karakter dan membutuhkan penanganan khusus.
Zaeroji mengapresiasi petugas rumah tahanan yang disipilin menjalankan tugas sesuai aturan.
Seto tetap bisa berkunjung pada jam besuk
Seto tetap diizinkan untuk mengunjungi ibu bayi pada hari dan jam kunjungan yaitu Senin, 26 September 2022.
“Kami sifatnya hanya memfasilitasi saja, keputusan mau tidaknya kami serahkan ke warga binaan, apalagi Kak Seto tidak termasuk keluarga inti atau penasihat hukum warga binaan yang dimaksud,” kata Zaeroji.
Pada hari Sabtu itu, Seto datang ke rumah tahanan dengan didampingi tim dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Jawa Timur.
Laporan Beritajatim menyebutkan kamar warga binaan dikunci pada pukul 17.00 WIB sehingga rombongan itu hanya diterima oleh Kepala Regu Pengamanan Novita Yuliana.
“Sebenarnya Hari Sabtu ada kunjungan langsung pukul 08.00-11.00 WIB, tapi rombongan (Kak Seto dan LPAI Jatim) datangnya memang sudah sore sekitar 17.30 WIB, sehingga sesuai aturan yang berlaku, kami belum bisa memberikan waktu untuk bertemu AV,” ujar Kepala Rumah Tahanan Perempuan Surabaya Amiek Diyah Ambarwati.
Seto menginsafi bahwa kedatangannya sudah terlalu sore dan petugas menjalankan aturan.
“Kami apreasiasi terhadap aturan yang ditegakkan, sangat bagus sekali bahwa memang kunjungan kami tidak tepat waktu,” katanya.
Sebelum pulang, Seto menanyakan kondisi AV dan bayinya. Dia berharap petugas rutan memperhatikan kondisi AV dan tumbuh kembang anak, termasuk harapan agar AV bisa mendapatkan status tahanan rumah sehingga bisa lebih mudah mengasuh anak.
Berita Terkait
-
Kado Natal dari Balik Jeruji: 138 Warga Binaan Lapas Cipinang Terima Remisi, 2 Orang Bisa Bebas
-
Dianggap Penuhi Kriteria, 15 Warga Binaan di Seluruh Indonesia Terima Remisi Natal
-
Divonis Stroke, Kak Seto Ngeyel Disuruh Dokter Istirahat 2 Bulan: Nggak Nendang Rasanya!
-
Gaya Hidup Ketat dan Sehat Kak Seto: Anti Susu dan Wajib Minum 5 Gelas Jus
-
Kak Seto Terkena Stroke Ringan, Begini Kondisi Terbarunya
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal