SuaraJawaTengah.id - Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) untuk mendeteksi kanker payudara dapat dilakukan sejak dini, yakni ketika perempuan menginjak masa remaja.
"Sejak 12 tahun ajari untuk SADARI," kata Wakil Ketua IV Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), Titien Pamudji, dikutip dari ANTARA pada Sabtu (8/10/2022).
Pemeriksaan payudara dianjurkan sebulan sekali, pada hari ketujuh hingga kesepuluh setelah hari pertama menstruasi. Sebab, sebelum haid umumnya payudara terasa kencang dan nyeri.
"Karena sebelum menstruasi biasanya payudara terasa sakit," katanya.
Titien menegaskan pentingnya deteksi dini agar kejanggalan yang dirasakan dapat segera diatasi. Kanker yang diketahui sejak awal dapat ditangani lebih mudah dan peluang sembuh pun semakin besar.
Jika selama pemeriksaan ternyata ditemukan benjolan, dia menyarankan untuk segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).
Upaya untuk mencegah kanker payudara penting, kata Titien, karena pada umumnya pasien-pasien kanker payudara baru memeriksakan diri setelah kondisinya sudah memburuk. Semakin lambat ditangani, pengobatan pun kian panjang.
Titien mengatakan kanker payudara tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi juga laki-laki. "Ada juga lelaki yang kena kanker payudara, tapi persentase sedikit dan mereka umumnya tertutup," katanya.
Sementara itu, penyintas kanker payudara Dana Iswara menuturkan pentingnya deteksi dini dan menjaga gaya hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara.
Baca Juga: Rela Operasi Payudara Karena Kurang Percaya Diri, Penyanyi Ini Justru Menderita Selama 3 Tahun
Meski penyebab pastinya kanker payudara belum diketahui secara pasti, ada faktor-faktor risiko yang bisa dikendalikan oleh setiap orang, yakni obesitas, konsumsi rokok, alkohol, juga stres.
Untuk menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut, Yayasan Kanker Payudara Indonesia juga memiliki mobil mammografi untuk pemeriksaan bagi kelompok perempuan prasejahtera di Jakarta dan sekitarnya.
YKPI juga memberikan pelatihan pendamping pasien dan menyediakan rumah singgah sebagai bantuan akomodasi untuk pasien rawat jalan peserta BPJS dari luar Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan