SuaraJawaTengah.id - Dokter spesialis bedah onkologi dari Universitas Indonesia, dr. Farida Briani Sobri, SpB (K)Onk, mengatakan pemeriksaan payudara untuk diri sendiri (SADARI) sudah bisa dilakukan sejak remaja putri menginjak usia akil balig demi mendeteksi kanker payudara sejak dini.
"Sejak akil balig semua perempuan sebaiknya sudah tahu SADARI," kata Farida dikutip dari ANTARA, Kamis (13/10/2022).
Dokter yang baru menyelesaikan program doktor di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mengatakan angka kematian karena kanker payudara di Indonesia tertinggi untuk seluruh kanker karena sebagian besar perempuan datang ketika penyakit sudah pada stadium lanjut.
Padahal, penyakit ini bisa diatasi sejak awal bila dideteksi sejak dini. Dia mencontohkan Australia yang angka kejadian kanker lebih tinggi dibandingkan Indonesia tetapi angka kematiannya rendah karena para pasien datang ketika penyakit belum memburuk.
Itulah mengapa dia menegaskan pentingnya skrining kesehatan melalui pemeriksaan payudara sendiri secara rutin setiap bulan.
Jika ditemukan kelainan, misalnya benjolan atau cairan abnormal, segera datangi tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut atau pemeriksaan payudara secara klinis (SADANIS). Menurut dia, pemeriksaan ini juga bisa dilakukan oleh dokter umum di fasilitas kesehatan pertama.
Sejak menginjak usia 25 tahun, perempuan disarankan untuk melakukan SADANIS sekali dalam setahun walau tidak mengalami keluhan apa-apa.
Bagi perempuan muda, pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan USG atau ultrasonografi yang disarankan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun.
Sementara itu, alat skrining utama yang sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram yang ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas. Walau tidak ada kelainan atau keluhan, skrining dengan mammografi disarankan secara rutin sekali per setahun atau per dua tahun.
Baca Juga: Kiki Fatmala Siapkan Pemakaman Usai Kena Kanker Stadium Empat
Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada 2024 seluruh rumah sakit provinsi di Tanah Air bakal memiliki alat pendeteksi dini kanker payudara mammogram atau mammografi.
Dari 3.000 rumah sakit di Indonesia, yang memiliki mammogram saat ini hanya sekitar 200 rumah sakit. Budi memastikan pada 2024 akan ada mammografi di 514 kabupaten/kota.
Menurut Farida, keberhasilan alat skrining mammografi dalam mendeteksi penyakit bisa menurunkan angka kematian kanker payudara di negara-negara maju.
Namun, kasusnya belum tentu sama dengan di negara berkembang. Tidak semua orang yang termasuk kelompok berisiko kanker payudara bisa dengan mudah datang ke rumah sakit untuk deteksi dini.
Sejumlah masyarakat yang tinggal di pedesaan atau kepulauan yang jauh dari perkotaan, misalnya, bisa jadi membutuhkan waktu berjam-jam untuk tiba di rumah sakit.
Oleh karena itu, kehadiran mammografi atau mammogram di negara berkembang di mana tidak semua masyarakat punya akses ke rumah sakit berfasilitas lengkap perlu dibarengi dengan pelayanan jemput bola sehingga lebih efektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis