SuaraJawaTengah.id - Konglomerat bos jalan tol Jusuf Hamka ternyata seorang siswa yang nakal saat duduk di bangku SMP.
Hal tersebut diungkap oleh seorang kakak kelas bernama Ko Acong di akun instagram @jusufhamka.
Dalam video itu, Ko Acong mengenang masa lalu Jusuf Hamka saat duduk dibangku SMP sebagai salah satu anak yang terbilang nakal.
Hal itu disebabkan Jusuf Hamka gemar sekali mengganggu kakak kelasnya saat bermain bola basket.
Meski saat itu Ko Acong kelas 3 SMP dan Jusuf Hamka baru kelas 1 SMP. Ko Acong mengatakan temannya tidak ada yang berani melawan Jusuf Hamka saat diganggu.
Alasan Ko Acong dan teman-temannya tidak berani pada Jusuf Hamka. Lantaran pria keturunan Tionghoa itu memiliki badan yang cukup besar.
"Kita orang waktu itu lagi main-main basket berapa orang, Alun kan badannya udah gede. Dulu manggilnya Si Alun Si Alun udah gede," ujar Ko Acong.
"Jadi dia deketin kita orang main tau-tau dia main ambil bola aja sendiri, kita orang gak pada berani. Ya badannya gede waktu itu," sambungnya.
Sementara itu, menurut pengakuan Jusuf Hamka. Alasan ia suka membegal atau merebut bola basket dari kakak kelasnya. Karena ia menganggap bola basket sebagai barang mewah.
Baca Juga: 3 Alasan Mengapa Kebanyakan Wanita Menyukai Pria Nakal, Kamu Wajib Tahu!
Saat itu hidup Jusuf Hamka masih sulit, sehingga tidak mungkin bagi dirinya bisa membeli bola basket.
Alhasil Jusuf Hamka terpaksa sering merebut bola basket secara paksa untuk dipinjamnya.
"Waktu itu saya masih umur 13 tahun dan masih hidup dalam keprihatinan. Sehingga bola basket merupakan barang mewah yang gaj mungkin saya bisa beli," tulis Jusuf Hamka dalam keterangan captionnya.
"Akhirnya dengan sedikit nakal, saya coba minjam dengan sedikit maksa ala-ala anak nakal," tambah Jusuf Hamka.
Meski begitu, Jusuf Hamka tetap berteman baik dengan Ko Acong dan keduanya tidak ada rasa saling benci.
"Semoga persahabatan kami tetap langgeng dan berkesinambungan. Amin yra," ujar Jusuf Hamka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam