SuaraJawaTengah.id - Cuaca ekstrem atau musim hujan seperti saat ini berpotensi membuat anak-anak sakit batuk, pilek dan demam. Butuh asupan khusus saat cuaca seperti ini.
Dokter spesialis anak dr. Mustari M, Sp.A meminta orang tua untuk menjaga asupan cairan anak saat demam.
"Prinsip menurunkan demam itu adalah cukupkan cairan. Anggaplah demam itu api, maka padamkanlah dengan air," kata Mustari dikutip dari ANTARA pada Rabu (9/11/2022).
Menurut dia, mekanisme pelepasan panas saat demam akan mengambil cairan yang ada di dalam tubuh. Sehingga, katanya, memenuhi asupan cairan saat demam menjadi tindakan yang tepat.
Adapun jumlah asupan cairan harian yang dibutuhkan, kata dia, adalah 1.000 cc untuk anak dengan berat badan di bawah 10 kilogram dan 1.250-1.500 cc untuk anak dengan berat badan 20-30 kilogram.
Selain dari air putih, Mustari mengatakan asupan cairan juga bisa didapatkan dari susu, teh, hingga jus buah yang disukai anak-anak.
Baru setelah itu, kata dia, orang tua bisa mengompres anak menggunakan kain yang telah direndam air hangat kemudian ditempelkan di bagian-bagian tubuh yang paling dekat dengan pembuluh darah.
"Kalau masih tidak mempan, baru silakan dikasih obat penurun panas. Tapi karena kondisi sekarang, minum yang digerus dulu sementara, atau kalau anak sudah pintar minum obat, minum yang tablet," ujarnya.
Mustari mengatakan menjaga asupan cairan dan mengompres anak saat demam menjadi alternatif yang sangat disarankan sebagai penanganan pertama di rumah, di tengah banyaknya obat sirop yang ditarik peredarannya oleh Kementerian Kesehatan karena mengandung propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan/atau gliserin/gliserol yang dicurigai sebagai penyebab gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA).
Baca Juga: Waspada! Ini Penyakit Penyerta yang Muncul Saat Musim Hujan
Meski demikian, Kementerian Kesehatan juga telah merilis 156 obat sirop yang dipastikan tidak menggunakan keempat senyawa tersebut sehingga boleh diresepkan oleh tenaga kesehatan dan aman digunakan sesuai aturan pakai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama