SuaraJawaTengah.id - Hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia, salah satunya di Jawa Tengah. Masyarakat pun diminta waspada dengan kondisi cuaca tersebut.
Hal itu berdasarkan analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang diprediksi akan terjadi pada Senin (9/1/2023).
Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca tersebut diprakirakan melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Cuaca serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Sedangkan wilayah yang berpotensi dilanda hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Riau, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Gorontalo.
Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan gelombang tinggi 2,5-4 meter di area Perairan Enggano-Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Pulau Sumbawa, Samudra Hindia Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat, Selat Bali-Lombok-Alas bagian Selatan.
BMKG mengimbau bidang pelayaran dan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi untuk tetap selalu waspada dan memperhatikan peringatan gelombang tersebut.
Peringatan gelombang laut itu berlaku mulai Senin pukul 07.00 WIB sampai Selasa (10/1) pukul 07.00 WIB.
Baca Juga: Hujan Kilat dan Angin Kencang di Jawa Barat Tiga Harian, Berikut Informasinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Patroli Siber Bongkar Kelompok Remaja Bersenjata di Kudus, Tawuran Dicegah Sebelum Terjadi
-
Warga Jateng Wajib Tahu! Pemprov Bebaskan Denda Pajak dan Pajak Progresif, Ini Jadwalnya
-
Dana Investor Miliaran Dipersoalkan, Proyek Perumahan Syariah Berujung Laporan Terhadap Oknum Dosen
-
BRI Kian Aktif Dorong Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan Ekosistem Perumahan
-
Candi Gedong Songo Jadi Sorotan, Titik Bor PLTP Gunung Ungaran Belum Ditentukan