Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 18 September 2026 | 08:12 WIB
Wisatawan melintasi lokasi semburan uap belerang yang keluar dari kawah di lereng Gunung Ungaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
Baca 10 detik
  • Kementerian ESDM dan PLN menyatakan proyek PLTP Gunung Ungaran di Semarang masih dalam tahap studi dan belum menetapkan lokasi pengeboran.
  • PLN berkomitmen menjaga kelestarian Candi Gedong Songo dengan merencanakan lokasi proyek berada lebih dari dua kilometer dari kawasan cagar budaya tersebut.
  • Walhi Jawa Tengah meminta pemerintah mengkaji ulang urgensi, nilai investasi, serta potensi risiko lingkungan dan kebencanaan dari proyek energi tersebut.

SuaraJawaTengah.id - Rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mendapat sorotan karena berada di kawasan yang memiliki situs cagar budaya Candi Gedong Songo.

Pemerintah memastikan penentuan lokasi pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak dilakukan sembarangan dan hingga kini titik pengeboran belum ditetapkan.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya, mengatakan proyek tersebut masih berada dalam tahap studi.

Menurut dia, penentuan lokasi pengeboran nantinya akan mempertimbangkan hasil kajian geofisika, geokimia, dan geologi, termasuk kondisi bawah permukaan.

“ Saat ini masih dalam proses studi. Nantinya PLN yang diminta menyampaikan laporan secara berkala, termasuk pembaruan data bawah permukaan melalui kajian geofisika, geokimia, dan geologi,” kata Priatin saat Diskusi dan Dialog di Kampus FISIP Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, Kamis (17/9/2026).

Priatin mengatakan, lokasi pengeboran maupun fasilitas produksi akan ditentukan setelah melalui berbagai kajian dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah daerah.

Karena itu, dia menepis kekhawatiran bahwa pengembangan panas bumi di Gunung Ungaran secara otomatis akan berdampak terhadap keberadaan Candi Gedong Songo.

Dia mencontohkan pengembangan panas bumi di kawasan Dieng, yang menurutnya dapat berjalan berdampingan dengan situs budaya di sekitarnya.

“Pengembangan panas bumi di Dieng tetap berjalan berdampingan dengan sejumlah situs budaya, termasuk kawasan Candi Arjuna. Begitu pula nantinya di Gunung Ungaran, jauh dari Candi Gedong Songo,” ujarnya.

Baca Juga: Geothermal Gunung Ungaran Ditargetkan Beroperasi 2031, Pengeboran Mulai 2028

PLN Klaim Jarak Lebih dari 2 Kilometer

Executive Vice President Management Geothermal PT PLN, John Yudi Steve Rembet, mengatakan rencana pengembangan PLTP Gunung Ungaran juga memperhatikan keberadaan kawasan Candi Gedong Songo.

Dia menyebut lokasi proyek direncanakan berada lebih dari dua kilometer dari kawasan candi.

“Jauh (dari Candi Gedong Songo), tadi kalau bahasa tadi sekitar dua kilometer. Perimeternya itu dua kilometer, tapi bisa lebih jauh lagi. Itu kan perimeternya, jadi bisa tidak persis di dua kilometer itu,” kata John.

Menurut dia, aktivitas wisata di Candi Gedong Songo diharapkan tetap berlangsung tanpa terganggu oleh pengembangan panas bumi.

John menegaskan PLN berkomitmen menghindari kawasan cagar budaya dalam penentuan lokasi maupun pembangunan fasilitas PLTP.

Load More