SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengingatkan pemerintah provinsi untuk mengantisipasi gejolak harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Lebaran 2023.
Dikarenakan sejumlah barang pokok diketahui secara konsisten mengalami lonjakan pada satu bulan sebelum umat muslim melakukan ibadah puasa.
"Kenaikan harga bahan pokok kerap menjadi isu yang perlu diantisipasi menjelang hari besar keagamaan, termasuk Bulan Suci Ramadan. Kenaikan harga ini dapat terjadi karena adanya peningkatan permintaan di masyarakat," kata Politisi Partai Gerindra ini dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (10/3/2023).
Dikatakan, saat ini sejumlah harga komoditas diketahui naik, di antaranya beras medium Rp 11.700, beras premium Rp 13.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 14.700 per liter, MinyaKita Rp 15.200 per liter, dan bawang merah Rp 41.500 per kilogram.
"Perlu upaya atau langkah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan jelang Ramadan dan Lebaran, salah satunya dengan pemantauan secara rutin dan kalau dibutuhkan perlu ada operasi pasar. Atau upaya lain, dengan mendatangkan bahan pokok dari daerah lain yang memiliki stok lebih," katanya.
Dikatakan, fenomena kenaikan harga jelang Ramadan ini bersifat sementara dan berulang tiap tahunnya. Jadi sangat mungkin diantisipasi. "Untuk itu, jajaran pemerintah terkait kami minta berperan aktif untuk melakukan pemantauan harga, dan masyarakat diimbau untuk tidak panic buying," tegasnya.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat inflasi yang terjadi di provinsi ini pada Februari 2023 mencapai 0,29 persen. Inflasi dipicu oleh kenaikan harga di seluruh indeks kelompok pengeluaran.
Di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi kontribusi terbesar inflasi mencapai 0,73 persen. Adapun sejumlah komoditas yang memicu terjadinya inflasi antara lain kenaikan harga beras, rokok, serta bawang merah, dan bawang putih.
Lima Isu Disorot Ganjar
Baca Juga: Dianggarkan Rp437 Miliar, Ada 50 Persen Jalan di Jateng Alami Rusak Sedang Jelang Lebaran
Sementara jelang Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah, Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan seluruh sektor pemangku kepentingan terkait pangan di Jawa Tengah, Rabu (8/3/2023). Inflasi hingga pergerakan pemudik jadi perhatian Ganjar.
Setidaknya ada lima isu yang disoroti Ganjar dalam acara yang digelar di Hotel Gumaya, Semarang itu. Yaitu terkait status PPKM yang sudah dicabut, potensi pergerakan pemudik, cuti bersama, cuaca ekstrem, dan persediaan pangan. Untuk cuaca ekstrem dikhawatirkan akan mengganggu produktivitas pertanian tanaman pangan di Jawa Tengah.
"Ini momentum yang mesti kita perhatikan. Kaitannya dengan kebutuhan masyarakat sekaligus pengendalian inflasi," kata Ganjar usai acara.
Ganjar mengatakan, inflasi masih membayangi jelang Ramadan dan Idul Fitri 1444 H. Terutama terkait harga beras di Jateng yang masih di angka Rp 11.270 per kilogramnya dari Harga Acuan Pembelian yang ditetapkan Bapanas yakni Rp 9.450,-.
"Beras kan panen raya udah berjalan dan harganya mulai turun, tapi jangan sampai petani rugi maka Bulog kami minta untuk stand-by," tegasnya.
Ganjar telah meminta agar Bulog terus siaga memantau kondisi harga Gabah Kering Panen di petani. Jika nantinya harganya terus menurun dari HAP, Ganjar menyebut itulah saat Bulog mengintervensi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun
-
Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan