"Bisa jadi memenuhi kebutuhan dan situasi ekonomi yang tidak pasti. Jika cara berfikir tidak serakah dan hedon tidak sampai kearah situ. Kemudian ditambah kuatnya jaringan untuk membuat tertarik korban. Maka faktor eksternal (keluarga yang menasehati) akan kalah," tegasnya.
Pola pikir terhadap keyakinan magis yang saat ini masih mengakar, menurutnya sebagai relevansi bisa dengan edukasi informal. Menurut Masrukin, edukasi informal bisa kebih efektif daripada formal.
"saat ini lebih pada ke edukasi dalam sistem pendidikan informal. Jadi bukan hanya pendidikan perguruan tinggi dan sebagainya, tapi bisa melalui dari informal misalnya edukasi mulut ke mulut, saya rasa itu lebih efektif," terangnya.
Kaus ini pada akhirnya menjadi tanggng jawab dari pihak pendidikan dan penegak hukum. "Ya shock terapi. Sebab hal ini secara ilmu tidak masuk akal dan secara hukum itu salah," jelasnya.
Selain pada pola pikir, ia juga menemukan fakta tentang kecanggihan metode jaringan si Dukun. Hingga pada akhirnya banyak korban yang termakan umpannya dan terjerat pada kail.
"Dia (po) punya feling ketika menagih bahwa ada yang tidak beres. Hanya saja dia sudah terlanjur mengeluarkan Rp 70 juta karena sudah masuk jaringan. Metodenya (Dukun) canggih, dengan komunikasi persuasif dan melakukan tawaran sampai dititik orang itu percaya. Tapi intinya tersangka ini memanfaatkan makro situasi yang tidak stabil sehingga mudah tergoda untuk melakukan tidak rasional," pungkasnya.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru
-
PAD Jateng Baru 62,9 Persen, Masih Kurang Rp5,9 Triliun untuk Kejar Target 2026
-
Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut
-
Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan
-
Pencarian Semalaman Berakhir Tragis, Siswa SMK Ditemukan Tewas 50 Meter dari Pantai Jatisari Rembang