Tugas Relawan
Mardan lahir di Desa Sri Bunga, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Utara.
Lulus dari SMP Negeri 2 Palembang, Mardan remaja mencoba peruntungan merantau ke Jakarta. Ternyata Jakarta tidak seramah yang dia bayangkan.
“Betul adanya: Kejamnya ibu tiri lebih kejam ibu kota. Satu minggu saya nggak makan di Jakarta. Hanya minum air putih, itu juga dari kran.”
Pekerjaan kasar menjadi buruh bangunan terpaksa diladeni demi menyambung hidup. Tapi siapa kira, jalan hidup nan keras itu yang mempertemukan Mardan dengan sang istri.
Sempat dikenalkan kepada orang tua di Palembang, keduanya memutuskan menikah. Keduanya sepakat pindah ke Desa Sambungrejo, Kecamatan Grabag tempat asal istri Mardan. Mardan berharap, mencari uang di desa lebih mudah.
“Tapi di sini ternyata tidak semudah di Sumatera mencari pekerjaan. Sehingga kami mengalami kesulitan ekonomi.”
Selama tinggal di Grabag, Mardan mulai mengenal Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Bercita-cita menjadi TNI, dia merasa cocok bergabung dengan badan otonom NU ini.
Kegiatan Banser yang banyak melibatkan aktivitas fisik dirasa Mardan pas untuk menyalurkan jiwa kerelawanan.
Baca Juga: Pasca Guguran Lava Pijar di Jumat Pagi, Aktivitas Gunung Merapi Malam Ini Tetap Tinggi
Hingga saat ini Mardan menjabat Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (Tagana). Dia juga aktif di Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU.
“Dulu di Sumatera saya nggak mengenal NU atau Muhammadiyah. Penting Islam. Dari dulu saya suka pendidikan semi militer akhirnya saya ikut Banser,” kata Mardan.
Sebagai relawan, Mardan tidak menggantungkan hidup dari tugasnya menjadi sopir mobil jenazah. Dia hanya mendapat ujrah (upah pekerja) sebesar Rp50 ribu setiap kali mengantar jenazah.
Mendapat tempat tinggal dan dibolehkan mengelola kantin di kompleks kantor PCNU Magelang, Mardan merasa sudah hidup serba kecukupan.
Bukan materi yang dikejarnya dari pekerjaan ini tapi ketentraman batin dan kepuasan batin. “Memang betul Gusti Allah itu sugih. Semua yang saya inginkan sudah terwujud.”
Mencari Kepuasan Batin
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Perizinan Tambang Transparan, Tambang Ilegal Harus Ditindak
-
Eks Tahanan May Day Tantang Budiman Sudjatmiko, Diskusi Indonesia Emas di Semarang Memanas
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor