SuaraJawaTengah.id - Momen libur lebaran menjadi salah satu kesempatan terbaik untuk masyarakat menikmati libur panjang. Di waktu ini, banyak masyarakat yang melakukan mudik ke kampung halaman, sehingga memberikan kesempatan bagi daerah-daerah untuk mengeksiskan potensi wisatanya.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengatakan, potensi wisata yang ada di daerah-daerah bisa dioptimalisasi ketika momen lebaran 2023 ini. Terlebih dengan banyaknya pemudik yang kembali ke kampung halamannya.
"Jumlah pemudik di Jateng tahun ini juga begitu tinggi, sekitar 13 juta orang. Kita bisa memaksimalkan potensi wisata di daerah-daerah, karena ini ada segmentasi yang sangat jelas," kata Heri dikutip dari keterangan tertulis pada Selasa (18/4/2023).
Menurut Heri, daya tarik wisata daerah bisa meningkat ketika momen lebaran. Karena bisa menjadi pilihan berwisata bagi masyarakat yang datang dari kota-kota besar.
Dengan begitu, ia melanjutkan, tak hanya eksistensi yang didapat, tetapi juga bisa meningkatkan angka pendapatan daerah.
"Wisata di desa itu kan lebih banyak menonjolkan potensi alamnya. Nah masyarakat yang mudik dari kota besar, biasanya jenuh dengan suasana kepadatan kota. Berwisata ke alam sering menjadi pilihan," terangnya.
Terlebih, ia memaparkan, di Jateng sendiri memiliki begitu bnayak pilihan wisata daerah. Menurut data yang ada, jumlah wisata daerah di Jateng mencapai hingga 1.300. Dengan rincian 454 Wisata Alam, 172 Wisata Budaya, 414 Wisata Buatan, 71 Wisata Minat khusus, 84 Desa Wisata, dan 105 DTW lain-lain (event).
"Apalagi, wilayah Jateng ini memiliki kawasan alam yang sangat menawan dan banyak tempat-tempat indah yang tersembunyi di daerah-daerah dalam. Tinggal pandai-pandai pemerintah dan pengelolanya dalam hal mempromosikan," ujarnya.
Selain itu, kata Heri, banyak wisata di wilayah Jateng yang sudah banyak dikelola oleh BUMDes. Tentunya, sudah lebih mudah dalam pemasaran karena sudah ada yang mengelola.
Baca Juga: Dirlantas Polda Metro Jaya: Ganjil Genap di Jakarta Ditiadakan Selama Libur Lebaran 2023
Ia juga menuturkan, untuk menarik minat wisatawan, pengelola setempat bisa melakukan kreativitas dengan menginovasi dalam hal promosinya.
"Misalnya, bisa menggunakan media sosial. Sekarang itu sangat mudah untuk masyarakat mengakses informasi liburan maupun tempat-tempat wisata melalui smartphone. Jadi manfaatkan saja itu dengan maksimal," tuturnya.
"Kemuduian, tempat wisata yang dipromosikan juga harus diperhartikan terkait sarana dan prasarananya. Berikan kenyamanan untuk pengunjung sehingga bisa lebih mudah menarik daya minat mereka," imbuhnya.
Meskipun begitu, Heri tetap menghimbau kepada pemerintah daerah serta pengelola wisata-wisata yang ada untuk tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan pengunjung.
"Karena banyak wisata yang mengandalkan potensi alam, jadi kemanan juga harus menjadi yang utama. Sediakan piihan hiburan dan area bermain yang tidak mebahayakan," ucapnya.
"Dan satu lagi yang paling penting, meskipun memaksimalkan potensi wisata yang ada di daerah, jangan sampai justru merusak alam. Pengawsan di lapangan harus tetap digalakkan," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama