SuaraJawaTengah.id - Konser Coldplay membuat geger pecinta musik di Indonesia. Meski baru akan digelar pada 15 November 2023 mendatang, penjualan tiketnya pun langsung ludes.
Namun demikian, jika tak mendapatkan tiket konser band asal Inggris itu jangan kecewa dan larut dengan gagal membelinya.
Psikolog dari Ikatan Psikolog Klinis wilayah Banten Mega Tala Harimukthi mengatakan kembali realistis dapat menjadi cara mengatasi kecewa agar tak berlarut-larut karena gagal mendapatkan sesuatu yang diinginkan seperti tiket konser grup atau idola tertentu.
"Kembali realistis. Kembali ke kehidupan nyata apa yang sedang dikerjakan," kata dia melalui pesan elektroniknya kepada ANTARA, Jumat (19/5/2023).
Mega berpendapat, kecewa karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan termasuk tiket konser grup atau idola merupakan hal wajar, namun apabila ini menjadi depresi maka sudah berlebihan.
"Kecewa karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan ini wajar. Tapi kalau sampai depresi enggak bisa dapat tiket konser rasanya ini yang agak berlebihan ya. Jadi enggak bisa realistis," tutur dia.
Mega kemudian menyebut terkait fanatik dan fanatisme. Fanatik merujuk pada personal yakni seseorang yang memiliki pemahaman berlebihan, kegemaran, kesukaan berlebihan terhadap sesuatu. Teori terdahulu berpendapat seseorang yang fanatik itu dikatakan bahkan bisa mencelakai lawannya, yang tidak sepaham dengan dia.
Sementara fanatisme adalah sebuah paham seseorang yang biasanya memiliki ketertarikan yang secara berlebihan terhadap sesuatu.
Menurut Mega, seseorang boleh saja menyukai grup musik tertentu asalkan tidak terinternalisasi ke dalam dirinya sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dan tidak mengganggu hubungan dia dengan orang lain di sekitarnya. Seseorang masih dikatakan wajar menyukai sesuatu misalnya grup musik asal negara tertentu apabila dia masih bisa membedakan mana yang realitas dan hanya sekedar kesenangan.
Baca Juga: Dhena Devanka Utamakan Penuhi Kebutuhan Anak ketimbang Beli Tiket Coldplay, Sindir Jonathan Frizzy?
Kemudian, mengenai harga tiket konser grup yang bisa mencapai jutaan rupiah, dia berpendapat sebagian orang mungkin sudah mencapai posisi atau finansial yang mendukung sehingga bisa mampu membelinya.
Apalagi bila grup yang disukai sudah malang melintang di industri musik lebih dari 25 tahun dan penggemar mereka rata-rata sudah berusia 30 tahunan.
Mega berpendapat, mendapatkan tiket konser dan menonton penampilan grup kesukaan sebenarnya ini lebih mengarah pada kepuasan batin untuk menikmati momen bersama grup kesukaan yang pada akhirnya mungkin tak dapat terukur dengan nominal uang.
Konser Coldplay dijadwalkan akan digelar pada 15 November 2023 mendatang. Meski masih lama, penjualan tiket secara online sudah dibuka.
Konser bertajuk Music of The Spheres bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal
-
Semen Gresik Gaungkan Empowering Futures sebagai Landasan Pertumbuhan dan Keberkelanjutan