SuaraJawaTengah.id - Nasib pilu dialami bocah tujuh tahun (SPS) di Dusun Doplang, Desa Pakis, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang usai dibakar oleh teman sepermainannya.
Setiap hari SPS merengek kesakitan akibat luka bakar di bagian punggung, pantat dan bagian kakinya. Kejadian yang menimpa SPS itu terjadi hari Sabtu siang (24/6/2023).
"Untuk kronologi seperti yang dikatakan kakak korban. Kejadiannya saat korban hendak jajan ke warung terus ketemu teman sepermainannya," ucap Kuasa Hukum korban, Arif Maulana.
Soal motif pelaku mencegat korban dan tiba-tiba menyalahkan korek api. Lalu rambut dan celana rok korban dibakar. Lelaki yang akrab disapa Arif belum bisa berspekulasi.
"Korban lari dan teriak panas-panas ke rumah, Karena tidak ada air. Korban di bawa ke masjid dan diguyur dengan air bak," imbuhnya.
Diakui Arif tempat kejadian saat korban dibakar cukup sepi. Sehingga tidak ada orang yang mengetahui secara pasti penyulut pelaku tega membakar teman sepermainannya.
"Korban sudah dari kemarin dirawat di RSU Ambarawa. Pihak kelurga sebenarnya pengen korban rawat jalan, tapi pihak rumah sakit menyuruh untuk dirawat inap karena kondisi korban cukup parah," terang Arif.
Akibat luka bakar itu, psikis korban cukup terguncang. Bahkan korban sering teriak nggak jelas ketika jendela rumah dibuka.
Untuk kejelasan kasus yang menimpa korban, Arif sepenuhnya menyerahkan hal tersebut kepada Polres Semarang.
Baca Juga: Pengacara Shane Lukas dan Saksi Ahli Debat soal Pasal Dakwaan Jaksa, Hakim: Ndak Ada Gunanya!
"Keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Siapa pun pelakunya, mohon untuk diusut tuntas," bebernya.
Sementara itu, berdasarkan Kasi Humas Polres Semarang Iptu Pri Handayani, mengatakan kasus bocah tujuh tahun dibakar temannya sendiri sudah dalam penanganan Unit I Satreskrim Polres Semarang.
"Masih dalam penyelidikan," tutur Pri Handayanti saat dihubungi lewat saluran telpon.
Sampai saat ini, Pri Handayani menuturkan sudah ada beberapa saksi baik anak-anak hingga dewasa yang sudah dimintai keterangan.
"Untuk pelakunya belum tau siapa, karena kita belum memeriksa korban. Karena korban masih sakit," cetusnya.
"Bahkan dari pihak psikolog juga belum berani memeriksa," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung
-
Ungguli Jatim dan Jabar, Jateng Pimpin Penyaluran Kredit Perumahan Nasional
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Lansia Dibongkar, Polresta Solo Tangkap Dua Pelaku
-
Semarang Capai UHC 100 Persen, BPJS Kesehatan Perluas Layanan Jantung hingga Kanker