SuaraJawaTengah.id - Bakal calon presiden (Capres) 2024 dari partai PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo kerap tampil di publik mengenakan kemeja motif garis berwarna hitam dan putih. Saking seringnya, banyak orang menganggap baju itu adalah branding Ganjar mengarungi Pilpres 2024.
Kemeja garis hitam putih itupun trending. Banyak orang kemudian menjual baju ala Ganjar itu secara online.
Bahkan saat acara silaturahmi 350 kelompok relawan Ganjar di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Rabu (19/7/2023), semua relawan kompak mengenakan kemeja garis hitam dan putih itu.
"Kami sering melihat Pak Ganjar memakai kemeja garis hitam putih. Kemeja ini sudah indentik dengan pak Ganjar, makanya kami para relawan sepakat untuk memakai baju garis hitam putih dan terjun ke masyarakat mengenalkan Pak Ganjar. Hadir dalam acara ini 350 ketua kelompok relawan Ganjar," kata Ketua SC Silaturahmi Relawan Pendukung Ganjar, Bambang.
Dalam kesempatan itu, Ganjar sendiri mengatakan, kemeja garis hitam putih itu bukan kemeja sembarangan. Baju itu adalah gambaran bagaimana sikapnya dalam berpolitik.
"Banyak yang tanya kenapa saya pakai baju garis dan warnanya hitam putih. Saya sampaikan, bahwa saya bukan orang yang abu-abu. Ketika kita harus bersikap pada keputusan yang sulit, maka kita harus memilih hitam dan putih," tegasnya disambut tepuk tangan ribuan relawan.
Dan ternyata, kemeja motif garis warna hitam putih itu juga didesain juga oleh orang yang bukan sembarangan. Orang yang mendesain kemeja itu adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ganjar menceritakan, suatu hari dirinya makan siang dengan presiden Jokowi. Banyak hal dibahas dalam pertemuan itu. Setelah itu, saat hendak pulang Presiden Jokowi memberikan selembar kertas padanya.
"Beliau memberikan selembar kertas pada saya. Dan apa yang ada di dalam kertas itu, adalah baju yang saya pakai hari ini. Pak Jokowi yang memberikan desainn baju yang saya dan panjenengan pakai hari ini," jelasnya.
Baju itu lanjut Ganjar adalah wujud perhatian Jokowi kepadanya. Sebab selama ini, Jokowi adalah mentor yang selalu mengajarkannya banyak hal terkait politik, kenegaraan dan lainnya.
"Saya intens berkomunikasi dan bertemu dengan beliau. Setiap ketemu, saya selalu mendapat banyak ilmu. Beliau mentor saya. Bahkan beliau perhatian sampai detil, baju untuk direkomendasikan saya pakai. Dan hari ini bapak ibu pakai semua," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Melawan Petugas Saat Razia Petasan, 4 Pemuda di Kudus Diamankan Polisi
-
Jateng Diserbu 1,3 Juta Kendaraan Pemudik, Ahmad Luthfi: Sentralnya Mudik Ya di Sini!
-
Benteng Pendem Cilacap: Saksi Bisu Dua Penjajah dan Destinasi Wisata Sejarah Saat Lebaran
-
Bosan Mudik Begitu Saja? Intip 5 Destinasi Wonosobo yang Siap Manjakan Mata Usai Lebaran
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah