SuaraJawaTengah.id - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengungkapkan pentingnya transformasi sistem pendidikan yang akurat dan akuntabel.
Hal tersebut mengingat masih timpangnya aktualisasi konsep pendidikan di ranah teknis, dan bahkan berdampak pada pemerataan dan keadilan.
Ia menyontohkan apa yang sedang menjadi polemik beberapa waktu terakhir. Di mana kegaduhan terjadi dalam penerapan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas. Mulai dari kerancuan sistem seleksi masuk peserta didik, kesenjangan mutu hingga penumpukan peserta didik di sekolah favorit.
“Sejak diberlakukan tahun 2017 hingga kini 2023, pemerataan akses dan mutu itu masih belum sepenuhnya relevan. Dari sisi akses, mayoritas anak tak dapat jatah bangku di sekolah negeri. Soal mutu juga masih terjadi kesenjangan. Bahkan banyak ditemukan manipulasi di jalur zonasi dan afirmasi,” ungkap Heri dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (31/7/2023).
“Sehingga ini bisa menjadi bahan evaluasi bersama, terkait bagaimana sistem pendidikan itu harus bertransformasi dengan tepat dan berdaya saing. Tidak hanya kuat secara konsep, tetapi juga matang dalam tataran teknis,” lanjutnya.
Transformasi sistem pendidikan tersebut, ia melanjutkan, diperlukan untuk dapat meningkatkan kapasitas guru dan sumber daya pendidikan unggul. Terlebih, sistem dan organisasi pendidikan menjadi gerbang utama dalam proses mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Di Jawa Tengah sendiri, ketimpangan tidak hanya terjadi di ketersediaan kuota PPDB saja, tetapi juga pada jumlah guru dan siswa yang kurang berimbang. Ketersediaan guru yang berkualitas juga menjadi penentu keberhasilan sistem pendidikan,” katanya.
Kemudian, Heri menuturkan bahwa selama ini, ada beberapa masalah besar dalam kelangsungan sistem pendidikan dalam ranah teknis. Hal tersebut terkait dengan persentase siswa berprestasi yang masih rendah, persentase siswa mengulang sangat tinggi, dan tingginya persentase ketidakhadiran siswa di sekolah.
“Kondisi seperti ini memerlukan kapasitas sumber daya pendidikan yang mumpuni dan berkualitas, sehingga proses terciptanya SDM unggul bisa dijangkau dangan mudah. Pemenuhan kapasitas ini juga bergantung dengan sistem yang berlaku dari pusat hingga dasar,” paparnya.
Baca Juga: Sebut Sistem Zonasi PPDB Kebijakan Menteri Sebelumnya, Nadiem Makarim: Kita Kena Getahnya
Menurut Heri, diberlakukannya sistem “Merdeka Belajar” di Indonesia harus direpresentasikan dengan baik. Sehingga mampu menumbuh-kembangkan kemampuan melakukan inovasi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dan kemampuan.
“Kemampuan menalar dalam aspek pembelajaran serta kemampuan menginovasi merupakan variabel penting bagi keberlangsungan organisasi pendidikan. Terlebih dalam hal mengupayakan generasi penerus yang mampu berdaya saing dalam setiap tantangan,” jelasnya.
Salah satu hal penting lainnya, kata Heri, ialah terkait bagaimana ekosistem pendidikan harus dibangun secara adil dan merata. Baik dalam penerapan kurikulum yang ‘sesuai’, pemenuhan fasilitas, ketersediaan tenaga pendidik dengan kapasitas mengajar yang baik, serta bagaimana dialektika pembelajaran yang mengutamakan pemenuhan penalaran peserta didik.
“Dalam hal ini, pemenuhan pendidikan tidak hanya sekedar ‘lulus’ atau penyelesaian kurikulum secara eksakta. Melainkan keberhasilan dalam mengoptimalkan organisasi pendidikan sebagai medium membentuk peserta didik yang berkarakter dan mampu menentukan langkah yang bertanggung jawab,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara
-
Berkat KUR BRI, Pengusaha Kopra Asal Pati Berhasil Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Perluas Pasar