- Aliansi mahasiswa Semarang menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernuran pada Senin, 15 Juni 2026 untuk memprotes kebijakan pusat.
- Massa aksi menyuarakan lima tuntutan rakyat terkait ekonomi dan reformasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto serta Gibran Rakabuming Raka.
- Aksi sempat diwarnai kericuhan saat aparat kepolisian menyemprotkan air menggunakan water canon untuk memadamkan pembakaran ban oleh mahasiswa.
SuaraJawaTengah.id - Eskalasi politik di daerah mulai memanas. Aliansi mahasiswa di Semarang menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di halaman kompleks Gubernuran, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Senin (15/6/2026) sore.
Massa aksi yang menyuarakan kemarahan publik memprotes berbagai kebijakan pusat dengan membawa lima tuntutan krusial, termasuk desakan reformasi di era pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB ini diwarnai ketegangan. Massa yang tergabung dalam BEM Semarang Raya (Sera) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang membawa berbagai poster bernada satir dan kecaman, seperti "Reformasi Mati", "Saatnya Reformasi", hingga "Kabulkan 7 Desakan Darurat Ekonomi".
Diwarnai Kericuhan, Polisi Semprot Water Canon
Situasi sempat memanas ketika massa aksi mulai melakukan aksi teatrikal pembakaran. Mahasiswa membakar ban bekas, tumpukan poster, hingga boneka jelangkung yang kepalanya ditancapi dupa menyala sebagai simbol "matinya hati nurani" pemerintah.
Asap hitam pekat langsung membubung tinggi di Jalan Pahlawan. Merespons tindakan tersebut, aparat kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat menyemprotkan air menggunakan water canon serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Akibatnya, kabut putih sisa pemadaman langsung menyelimuti kawasan sekitar Gubernuran.
Ketegangan sempat membuat massa dari BEM Sera menarik mundur barisannya sekitar pukul 17.08 WIB untuk menghindari bentrokan yang lebih luas. Namun sepuluh menit kemudian, massa kembali merapatkan barisan bersama mobil komando di halaman Gubernuran demi melanjutkan orasi.
Membawa 'Pantura': Panca Tuntutan Rakyat
Presiden BEM Universitas Negeri Semarang (UNNES), Septia Linasari, menegaskan bahwa aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan mahasiswa dan organisasi masyarakat di Semarang serta Banyumas Raya yang merasa aspirasi mereka selama ini diabaikan.
Baca Juga: Dari Kebocoran hingga Kapal Terbakar: Pertamina Simulasi Keadaan Darurat di Pesisir Semarang
"Tuntutan hari ini kita singkat jadi Pantura atau Panca Tuntutan Rakyat," ujar Septia di lokasi aksi, Senin (15/6/2026).
Berikut adalah 5 poin tuntutan utama yang dibawa oleh mahasiswa:
1. Turunkan harga BBM dan stabilkan nilai tukar rupiah.
2. Kembalikan fungsi TNI dan Polri ke khittah yang sebenarnya (bukan jabatan sipil).
3. Evaluasi total program populis, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
4. Kembalikan tanah kepada rakyat (reforma agraria).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya