"Sesama jenis juga banyak, cuman kita lebih risih dengan lawan jenis. Kalau sesama perempuan kita mengingatkannya mudah dan nggak takut," bebernya.
Kebetulan Indah punya komunitas yang menangungi 80 perempuan ojek online di Kota Lunpia. Saat kumpul Indah sesekali mengedukasi anggotanya soal pelecehan seksual.
"Kalau saya sering edukasi ke anggota komunitas lebih edukasi pencegahan. Misal ada orderan di atas jam 7 malam, mereka harus kirim lokasi maps biar bisa kita pantau bareng-bareng dari jauh," ujarnya.
Diakui Indah, mayoritas anggota di komunitas merupakan perempuan single parent. Tak jarang mereka membawa anak-anaknya untuk ikut bekerja.
"Resiko jadi ojek online itu kecelakaan, pelecehan, dan lain-lainnya yang menurut saya ngeri sekali. Cuman karena tuntutan hidup mau gimana lagi. Kalau boleh memilih, mending jadi ibu rumah tangga aja," tukasnya.
Kontributor: Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus