SuaraJawaTengah.id - Sebuah video mengenai seorang pria yang melakukan kekerasan kepada seorang nenek viral di media sosial. Peristiwa menghebohkan itu berlangsung di warung angkringan Desa Bringin, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada Rabu (11/10/2023).
Berbagai akun fanspage di Twitter dan Instagram membagikan video viral tersebut sehingga sang pria dikecam netizen. Salah satu akun yang mengunggah video ini adalah @piloka.id. Postingan video memperlihatkan dua orang yang sedang bersitegang di pinggir jalan.
Seorang pria nampak berkecak pinggang dan melotot ke arah nenek. Perempuan berhijab di samping pria itu turut membentak wanita lansia. Pria berbaju putih murka ketika mendengar beberapa perkataan dari sang nenek.
"Mati kowe, mati. (Mati kamu, mati)," ucapnya sembari mengepalkan tangan. Ia meludah serta menampar nenek tersebut. Nenek di dalam video berteriak karena ditampar cukup keras. Unggahan video ini viral setelah ditonton jutaan kali oleh netizen.
Dikutip dari laman resmi Humas Polri, sosok pria yang menampar nenek itu adalah AW (40) seorang warga Desa Malang Jiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sementara nenek yang menjadi korban kekerasan adalah Ks (57) warga Desa Kluwan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.
"Permasalahan berawal sewaktu ada orang yang akan makan di warung soto milik orangtua pelaku dengan mengendarai mobil," kata Kapolsek Godong Polres Grobogan Iptu Bambang Jumena. Orang itu memarkirkan mobil di antara warung milik orangtua pelaku dan rumah kontrakan korban.
Mobil tersebut hendak diparkirkan di antara warung milik orangtua pelaku dan rumah kontrakan korban. Namun saat itu pemilik mobil ditegur oleh korban 'itu bukan tempat parkir warung soto'.
Kemudian, pengendara mobil tersebut memindahkan mobilnya dan selanjutnya makan di warung soto milik orangtua pelaku. "Setelah makan, pengemudi mobil menceritakan kejadian tersebut kepada orangtua pelaku," ungkap Iptu Bambang Jumena.
Orangtua pelaku kemudian mendatangi korban hingga akhirnya terjadi cekcok. Pelaku yang saat itu sedang tidur lantas terbangun karena mendengar adu mulut. Pelaku kemudian mendatangi orangtuanya dan menyuruhnya untuk mundur.
Baca Juga: Viral Sosok Diduga ART Jessica Wongso, Muncul Beri Pengakuan Soal Buang Celana yang Sobek
Saat itu pelaku langsung meludahi korban yang dibalas balik oleh korban hingga akhirnya ditampar dengan tangan kanan dan mengenai wajah bagian pipi kiri korban. Konflik awal bukan berasal dari pelaku dan nenek, melainkan konflik antar orang tua. Unit Reskrim Polsek Godong Polres Grobogan akhirnya melakukan pemeriksaan dan mempertemukan kedua belah pihak.
Perkara tersebut berakhir lewat keadilan restoratif (restorative justice/RJ) mengingat mereka sepakat berdamai secara kekeluargaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat
-
Kafilah Maluku Utara Terkesan, Ungkap Sisi Lain Keramahan Warga Jateng di MTQ Nasional 2026
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama