Setelah pertemuan itu, Kartini meminta izin pada keluarga untuk dibuatkan waktu khusus untuk bertemu dan belajar agama dengan Kyai Sholeh Darat secara khusus.
Kata Gus Lukman, Kartini juga sesekali menyambangi Ponpes Darat dan tidak menetap. Karena ponpes hanya diperuntukkan untuk santri laki-laki.
"Kartini ini sebenarnya santriwati, isu-isu liar Kartini abangan kok kurang pas. Mbah Sholeh ngasih hadiah pernikahan berupa kitab dan itu tulisan arab. Andaikan Kartini abangan saya yakin dia nggak bisa baca," tuturnya.
Dipindahkan ke Bergota
Makam Kyai Sholeh Darat di kompleks pemakaman umum bergota masih ramai dikunjungi peziarah. Bahkan makam mahasantri nusantara iti sudah direvitalisasi oleh Pemeritah Kota Semarang.
Dulunya makam Kyai Sholeh Darat didekat ponpes atau masjid. Kata Gus Lukman, pihak Belanda memindahkan makam Kyai Sholeh Darat ke bergota.
"Karena kawasan bergota ditetapkan jadi pemakaman tahun 1930. Enam tahun kemudian disana diadakan acara haul untuk memperingati perjuangan Kyai Sholeh Darat," paparnya.
Rupanya pihak keluarga tidak berkenan pemugaran makam Kyai Sholeh Darat pada tahun 2022. Pihak keluarga ingin makam eyangnya tidak dibikin megah seperti sekarang.
"Pemkot dan NU tidak ada berita izin atau minta pendapat ke keluarga. Padahal yang merawat makam eyang di bergota itu bapak saya," pungkasnya.
Baca Juga: Kawasan TPA Jatibarang Semarang Kembali Terbakar, Lokasi Berada di Zona 3
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin
-
Pos Kamling Berubah Jadi Lapak Judi Digital, Enam Orang Diciduk di Kudus
-
18 Tim Sepakbola Putri SD Ramaikan Junior Putri Cup 2026 di Semarang
-
Holding UMi Genap 5 Tahun, BRI Perluas Ekosistem Keuangan untuk Masyarakat