SuaraJawaTengah.id - Gunung Brintik di Kampung Wonosari, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan menyimpan sejarah panjang. Dari berbagai literatur, gundukan bukit yang kini dikenal dengan sebutan kampung pelangi dulunya berupa pulau yang dikelilingi laut.
Selain itu, di Gunung Brintik juga terdapat makam legendaris Nyai Brintik. Konon, sesosok perempuan berambut kriting itu merupakan leluhur atau tokoh yang menguasai daerah tersebut zaman dulu.
Menurut Juru Kunci, Ari Kumalasari, makam Nyai Brintik ditemukan pertama kali oleh buyutnya. Dulu makam tersebut hanya berupa gundukan tanah biasa.
Diceritakan Ari, buyutnya waktu itu dapat bisikan kalau di area tersebut terdapat sebuah makam. Setelah ditemukan, makam Nyai Brintik dirawat dan dijaga oleh keluarga Ari secara turun-temurun.
"Yang pertama kali menemukan kakek saya, terus ke mbah putri ke bapak lalu ke saya. Untuk detail sejarahnya seperti apa yang kurang tau," kata Ari saat ditemui Suara.com, Senin (23/10/2023).
Kepercayaan warga setempat yang masih dipegang sampai sekarang yaitu saat hendak menggelar pesta pernikahan. Warga biasanya memberikan sesajian untuk meminta izin ke Nyai Brintik.
"Tujuannya hanya minta perlindungan agar acara (pernikahan) lancar. Tapi tidak dianjurkan tergantung kepercayaan warga," jelasnya.
Disinggung, soal ramainya tokoh politik atau caleg yang berziarah untuk meminta restu pada Nyai Brintik. Perempuan berusia 46 tahun ini sayangnya tidak tau menahu.
"Saya nggak tau, kalau orang-orang datang ke sini biasanya bawa kembang telon dan kinang bakau ampek," tuturnya.
Baca Juga: Wamendagri Sebut FKUB Punya Peran Strategis untuk Sukseskan Pemilu
Ramai Saat Pemilu
Mantan Ketua RT 07 RW 03, Krisyanto, mengatakan dulu makam Nyai Brintik sempat ramai jadi rujukan tokoh politik saat momen-momen pilkada. Termasuk mantan Wali Kota Semarang Soetrisno Suharto yang sering berziarah ke makam Nyai Brintik.
"Beberapa kali setiap hari Selasa dan Jumat Kliwon saya sering ketemu pak Soetrisno ziarah ke mbah nyai. Dulu makam mbah nyai cocok memohon doa restu para pejabat sebelum nyalon," ucapnya.
Seiring perjalanan waktu, kebiasaan orang berziarah ke makam Nyai Brintik mengalami pergeseran. Menurut Kris, saat ini sudah sangat jarang ditemui tokoh politik yang berziarah ke makam leluhurnya tersebut.
"Waktu zamannya Wali Kota Soetrisno banyak calon-calon yang ke sini. Sekarang orang-orang ke sini minta dagangannya supaya laris," imbuhnya.
Berdasarkan cerita yang didapat Kris dari juru kunci terdahulu. Ramainya orang-orang termasuk pejabat minta hajat ke makam Nyai Brintik setelah ada orang Tionghoa yang datang ke sana. Lalu hajatnya dikabulkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
- Keluarga Masuk Daftar Ahli Waris Sengketa Lahan Sriwedari, Wali Kota Solo Respati Ambil Sikap Tegas!
- Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV
- Gegara Ayam Gongso, 413 Siswa dan Guru SMKN 2 Jogja Diduga Keracunan MBG
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Krisis Air Bersih Jangan Cuma Dianggap Masalah Musiman! Ini Peringatan Keras Wakil Ketua DPRD Jateng
-
Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi
-
Kendal Tornado FC Syukuri Raihan Empat Poin dari Dua Laga Tandang
-
Polresta Solo Ungkap 537 Gram Sabu, Dua Tersangka Ikut Dibekuk
-
Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar