SuaraJawaTengah.id - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang menyebut bakal ada kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) pada 2024 mendatang.
Namu, kenaikan besaran PBB pada tahun depan tidak signifikan, seiring penyesuaian dengan peraturan daerah baru.
"PBB targetnya pasti naik ya, tapi kami juga melihat kondisi masyarakat. Tidak ada perubahan cukup frontal," kata Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari di Semarang, Kamis (2/11/2023).
Menurut dia, Perda Pajak dan Retribusi Daerah yang baru saja disahkan memang membawa perubahan dari aturan sebelumnya, baik dari sisi besaran tarif maupun penamaan nomenklatur dan jumlah mata pajak daerah.
"Semula ada 11 mata pajak daerah, sekarang jadi sembilan (mata pajak). Kemudian pajak hotel dan restoran, misalnya sudah tidak ada lagi. Namanya berganti pajak barang dan jasa tertentu," kata Iin, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan perda baru tersebut diharapkan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah dengan memaksimalkan potensi, tetapi tidak semuanya diterapkan tahun depan, sebab ada juga yang baru 2025.
"Yang jelas, memang tahun ini ada 'update' NJOP (nilai jual objek pajak), penyesuaian NJOP bergantung kondisi pasar. Ini rekomendasi KPK juga karena NJOP yang sekarang ada selisih dengan harga pasar," katanya.
Pembaruan NJOP disesuaikan dengan pasar itu, diakuinya, memang untuk mendongkrak PAD dari sektor pajak, terutama PBB, mengingat targetnya memang diharapkan selalu naik dari tahun ke tahun.
"Dari situ saja kan kelihatan ada penyesuaian yang berdampak kenaikan. Namun, kami pastikan kepada masyarakat bahwa pada tahun 2024 tidak ada kenaikan yang signifikan," katanya.
Baca Juga: Peringati Hari Sumpah Pemuda, Wali Kota Semarang Ingatkan Peran Penting Gotong Royong
Bapenda, kata dia, tidak akan menerapkan perubahan, termasuk kenaikan PBB secara frontal, tetapi akan tetap mempertimbangkan dan melihat kondisi masyarakat terlebih dahulu.
"Kalau toh ada penyesuaian tarif, tarifnya berubah, penerapannya tidak secara frontal, langsung. Tapi, ada tahapan-tahapannya dulu, ada keringanan dulu, misalnya. Kami terapkan secara akurat, namun 'smooth'," katanya.
Untuk penerimaan PBB, Iin menyebutkan saat ini memang paling besar dibandingkan pajak daerah lainnya karena tingkat kepatuhan masyarakat untuk membayar PBB yang cukup tinggi.
"PBB targetnya setiap tahun cukup besar, Rp600 miliar lebih, sampai saat ini realisasinya sudah 90 persen lebih. Artinya, masyarakat sudah mulai sadar meskipun belum 100 persen," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Terdapat Luka di Organ Vital, Ini Penjelasan Polisi Soal Bocah Perempuan di Kota Semarang yang Tewas Tidak Wajar
-
Wali Kota Semarang Ingin Pelaku Kekerasan Seksual di Kemijen Dituntut Seberat-Beratnya
-
Yoyok Sukawi Pastikan Maju di Pilwakot 2024, Bantah Kunjungannya ke Pondok Pesantren Bagian dari Kampanye
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya
-
Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026