SuaraJawaTengah.id - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka tak kuasa menahan emosi ketika capres Prabowo Subianto mampu menjawab pertanyaan dari capres nomor urut 1, Anies Baswedan terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang kontroversial.
Puas mendengar jawaban Prabowo, Gibran sampai beranjak dari kursinya dan memancing pendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar untuk lebih sorak sorai.
Melihat ekspresi tersebut, pakar politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arya Budi menyebut hal itu sebagai sebuah anomali. Pasalnya selama ini putra sulung Presiden Joko Widodo itu cenderung irit bicara di depan publik.
"Sebenarnya agak anomali untuk Gibran yang cenderung tidak terlalu ekspresif, sementara di debat dia cenderung ekspresif," kata Arya saat dihubungi, Rabu (13/12/2023).
"Sebenarnya agak anomali, jangan-jangan selama ini memang dia berusaha menahan banyak hal terutama ekspresi-ekspresi dia dalam komunikasi verbal, dalam komunikasi publik, dan seterusnya," sambungnya.
Lebih lanjut, Arya tak bisa memastikan alasan pasti yang menyebabkan Gibran seekspresif itu dalam debat semalam. Namun ia menilai ada dua hal yang menjadikan Gibran begitu ekspresif.
Antara Gibran yang memang tidak cukup yakin dengan dirinya sendiri duduk di kursi cawapres. Atau kemudian hanya terbawa atfomster berkat respon atau jawaban yang diberikan oleh Prabowo Subianto.
"Bisa jadi memang ini menjadi tes case dia karena dia wali kota baru dua tahun kemudian langsung masuk ke kontestasi nasional dan sebagai wapres dan masuk dalam panggung debat ditonton oleh jutaan orang tentu itu menjadi pressure yang tidak mudah bagi Gibran walaupun dia anak presiden dia bagaimanapun juga manusia," paparnya.
Agenda debat cawapres yang selanjutnya akan digelar oleh KPU disebut Arya dapat menjadi pembuktian bagi Gibran. Masyarakat pun akan dapat menilai sendiri apakah pencalonan Gibran sebagai cawapres kali ini sudah siap atau terlalu dini.
Baca Juga: Lagi, Pasangan Prabowo-Gibran Unggul di Survei Ipsos: Elektabilitas Capai 42,66 Persen
"Dan kita bisa cek apakah pencalonan dia itu memang sudah siap atau prematur, nanti kita bisa cek," ucapnya.
Jika memang dalam debat esok Gibran tak bisa mengontrol emosinya dan terlalu ekspresif, Arya menyebut hal itu dapat menjadi blunder bagi Gibran sendiri.
"Jika terlalu emosional performanya kemudian terlalu ekspresif yang kemudian tidak secara substansial menjawab atau menjelaskan tentang isu maupun topik yang diperdebatkan tentu publik bisa menilai Gibran terlalu prematur untuk menjadi calon wakil presiden," cetusnya.
Tekanan itu kini berada di pundak Gibran untuk membuktikan bahwa ia memang siap duduk di kursi cawapres. Mengingat Gibran sendiri masih minim dalam menjalankan jabatan publik.
"Bagaimana pun dia dijabatan publik baru setengah periode dan langsung lompat ke kontentasi nasional. Sementara calon-calon lain selain soal usia yang itu menjelaskan pengalamanan dia berhadapan dengan banyak orang, banyak elit, calon-calon lain praktis memang paling tidak sudah lebih dari 5 tahun dijabatan publik itu," pungkasnya.
Diketahui nama Gibran memang begitu melekat dengan putusan MK karena dianggap memberikan karpet merah baginya untuk menjadi cawapres. Apalagi, putusan soal batas usia capres-cawapres itu diketok oleh pamannya sendiri, Anwar Usman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis