Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 21 Desember 2023 | 08:42 WIB
Ilustrasi PSIS Semarang. [Suara.com/Budi AR]

SuaraJawaTengah.id - Sebagai salah satu klub yang punya sejarah panjang. Perjalanan PSIS Semarang di kompetisi sepak bola tanah air sering kali mengalami pasang surut.

Klub yang bermarkas di Kota Semarang itu memang pernah merasakan gelar juara dua kali, pernah jadi kuda hitam, dan pernah juga inkosistensi.

Pasca merengkuh gelar juara musim 1998-1999. Musim berikutnya PSIS Semarang justru bernasib malang dan terjun bebas ke kompetisi Liga 2.

Setelah itu bertahun-tahun PSIS Semarang tertatih-tatih dan berkutat di kompetisi level dua tersebut. Mereka kalah saing dengan klub tetangga Persijap Jepara yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Baca Juga: Wahyu Prasetyo Kembali dapat Panggilan Timnas, Bakal Bertarung di Piala Asia

Hingga akhirnya PSIS Semarang kembali menorehkan sejarah. Pada musim 2017/2018 klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu berhasil finis diurutan ketiga untuk promosi ke Liga 1.

Secara perlahan PSIS Semarang mulai bangkit dan selalu eksis di level tertinggi sepak bola Indonesia. Tercatat pasca promosi, PSIS Semarang sudah enam musim berturut-turut bertahan di Liga 1.

Namun kiprah PSIS Semarang sendiri di Liga 1 sejauh ini tidak begitu mulus. PSIS Semarang jarang sekali tembus 5 besar dan lebih banyak berkutat di papan bawah.

Berikut rangkuman SuaraJawaTengah.id tentang perjalanan PSIS Semarang selama enam musim berturut-turut bertahan di Liga 1.

1. Musim 2018/2019

Baca Juga: Rontok di Penyisihan, Tak Ada Klub Jawa Tengah yang Promosi Liga 1 Musim Depan

Musim debut perdana PSIS Semarang di kompetisi Liga 1 tidak begitu istimewa. Mereka menduduki peringkat ke-10 dengan catatan 13 kali menang, 7 kali seri, 14 kekalahan. Catatan lainnya PSIS Semarang kemasukkan 42 gol dan hanya memasukkan gol sebanyak 39.

Load More