SuaraJawaTengah.id - Majunya putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka menjadi perhatian banyak pihak. Terutama dari partai PDI Perjuangan
telah membawanya menjadi Wali Kota Solo.
Tingkat ketegangan politik di PDIP Surakarta pun saat itu meningkat setelah Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai calon wakil presiden yang akan berdampingan dengan Prabowo Subianto untuk pemilihan umum 2024.
Namun demikian, situasi ini menjadi lebih tegang dengan beredarnya screenshot percakapan antar kader PDIP Surakarta yang dipublikasikan oleh seorang pengguna Twitter atau X dengan nama akun @wyankapradana pada tanggal 1 Februari 2024.
Melalui keterangan yang menyertai screenshot tersebut, @wyankapradana menyebutkan bahwa kader PDIP Surakarta merasa sakit hati karena ditinggalkan oleh Gibran, menyiratkan bahwa ini merupakan dampak dari insiden sebelumnya di mana Presiden Jokowi juga merasa dipermalukan.
"Sakit hati banget apa gimana nih ditinggal Gibran? Btw orang yang dibilang kacang lupa kulit itu, bapaknya pernah kalian permalukan! Salah sendiri sih, giliran ditinggal langsung tantrum," Tulis akun @wyankapradana dikutip pada Sabtu (3/2/2024).
Dalam diskusi grup aplikasi WhatsApp kader PDI Perjuangan Surakarta, tampaknya ada kekecewaan terhadap Gibran Rakabuming, dengan anggapan bahwa dia tidak menghargai asal-usulnya.
"Ada kacang lupa sama kulitnya, apa di kira sudah hebatkah coba tanpa PDIP ngak mungkin jadi apa-apa" dan "kita tetep tegak lurus" serta "membangun munumen kemenangan, tetep kumpul ben ora ucul,"
Tanggapan dari warganet pun beragam. Akun @JatmikoRifiawan mengomentari, "Waduhhh ada bocoran lainnya lagi? Banteng Takut Ganjar-Mahfud jeblosss", menunjukkan persepsi bahwa PDIP khawatir dengan kemungkinan kekalahan Ganjar-Mahfud.
Di sisi lain, akun @zxmarki_ berkomentar, "Sebelumnya bapaknya dipermalukan sama PDIP, nah sekarang anaknya ninggalin PDIP (wajar dong), eh si banteng merah ini malah makin rusuh", kata akun tersebut.
Baca Juga: Temui Anak Muda di Salatiga, TKD Prabowo-Gibran Jateng Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Tweet tersebut kini telah menarik perhatian besar dengan jumlah tayangan yang signifikan dan bahkan mendapat dukungan dari influencer di X atau Twitter yang dikenal sebagai @bengkeldodo.
Keputusan Gibran Rakabuming untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden ternyata bukan hanya mengejutkan berbagai kalangan, tetapi juga memicu spekulasi dan perdebatan tentang kekompakan dan taktik politik PDIP menjelang pemilihan umum 2024.
Rasa tidak puas dari internal PDIP Surakarta ini mengindikasikan bahwa partai dengan simbol banteng, yang mengendorse pasangan calon presiden dan wakil presiden Ganjar-Mahfud, merasa kehilangan atas kepergian Gibran Rakabuming dan tampaknya khawatir akan kekalahan pasangan yang mereka dukung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang