Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 02 Februari 2024 | 09:30 WIB
Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (5/7/2023). (Suara.com/Novian)

SuaraJawaTengah.id - Politisi senior PDIP Jawa Tengah (Jateng) Bambang Wuryanto pernah ditawari jabatan sebagai menteri setelah Joko Widodo kembali terpilih jadi presiden pada tahun 2019.

Lelaki yang akrab disapa Bambang Pacul ini sebelumnya berencana pensiun dini dari dunia politik. Bahkan pada tahun 2019 yang lalu, sebenarnya dia enggan dicalonkan jadi caleg.

"Pada (tahun) 2019 saya nggak pengen jadi DPR. Saya lebih baik mengundurkan diri. Dalam raker praksi, yang nggak maju saya dan pak Utut," ucap Bambang Pacul dalam unggahan video TikTok @totalpolitik.

Namun keputusan Bambang Pacul tersebut ternyata tidak direstui petinggi PDIP seperti Megawati dan Puan Maharani. Bambang Pacul dirayu untuk maju lagi setelah mengadakan pertemuan dengan Puan Maharani di Sukoharjo.

"Mbak Puan katakan Mas Pacul maju lagi. Perlu tak ambilin surat tugas? Nggak mbak, udah siap. Tapi terakhir ya mbak, terakhir," bebernya.

Pada kontenstasi pemilu 2019, Bambang Pacul yang turun di Dapil Jateng IV terpilih jadi anggota DPR RI sampai tahun 2024.

Bambang Pacul juga mengaku dirinya sempat ditawari kursi menteri oleh Presiden Jokowi. Tapi dirinya malah menolak jabatan tersebut.

"Awal-awal Presiden Jokowi itu minta Bambang Pacul jadi menteri bos," imbuhnya.

Pada kontestasi pemilu 2024, Bambang Pacul sempat mencoba menagih soal pensiun dari aktivitas politik. Tapi keinginan Bambang Pacul tersebut tidak ditanggapi oleh Megawati.

Baca Juga: Momen Bambang Pacul Nobar Debat di Markas PDIP Jateng: Acungkan Salam Tiga Jari Hingga Joget-joget

Dirinya juga sebenarnya sudah senang ketika melihat namanya tidak terdaftar di dapil lagi. Lalu ada perintah Puan Maharani yang kembali menggoyahkan rencana pensiun tersebut.

"Mas Pacul kok nggak ada namanya, kan udah nggak nyalon mbak. Enggak, aku mau mas Pacul nyalon lagi. Ini perintah pak, lagi-lagi sikap kesatria jalan," ucapnya.

Mulanya Bambang Pacul dikasih nomor urut 2. Dia menolak, kemudian Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi nomor urut 4.

"Nggak ada masalah bagi Bambang Pacul, clear-clear aja. Nggak ada persoalan apapun begitulah kira-kira," tandasnya.

Kontributor : Ikhsan

Load More