SuaraJawaTengah.id - Penyakit kanker tentu menjadi momok tersendiri bagi setiap orang. Penyakit ganas tersebut dianggap sangat mematikan dan perlu dilakukan antisipasi lebih lanjut.
Dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo dr Ika Dewi Mayangsari, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FICS mengingatkan masyarakat untuk waspada apabila muncul benjolan pada bagian depan telinga.
Dia mengatakan benjolan yang muncul di depan telinga bisa merupakan infeksi, tumor jinak, hingga tumor ganas atau biasa dikenal sebagai kanker.
"Walaupun kita harus berhati-hati terhadap suatu benjolan, tetapi benjolan itu bisa dibagi apakah ini suatu keganasan, atau ini suatu bukan keganasan, atau suatu benjolan yang jinak. Ini kita bisa tahu dari karakteristik masing-masing benjolan tersebut," kata Ika dikutip dari ANTARA pada Jumat (1/3/2024).
Dia menjelaskan apabila benjolan tersebut membesar dalam waktu yang relatif singkat, timbul nyeri, adanya pendarahan, hingga muncul cairan atau nanah, hal tersebut bisa diwaspadai sebagai suatu keganasan.
Gejala lainnya tanda adanya tumor ganas adalah hilangnya nafsu makan yang disertai turunnya berat badan serta kelelahan yang berlebihan pada tubuh.
Namun, apabila benjolan di depan telinga tersebut hilang timbul, pembesaran ukuran berlangsung lambat, atau benjolan justru mengecil, hal tersebut bisa jadi merupakan tumor jinak atau hanya infeksi.
"Jadi belum pasti semuanya itu adalah suatu kanker. Tetapi kita harus tetap waspada. Kalau kita memiliki suatu benjolan di depan telinga dan itu tidak hilang-hilang walaupun sudah diobati, kita harus mencari pertolongan atau konsultasi ke dokter," kata dia.
Lebih lanjut Ika mengatakan untuk mengonfirmasi jenis benjolan tersebut, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter.
Baca Juga: Deteksi Kanker Sejak Dini, Remaja Putri Bisa Cek Payudara Sejak Akil Balig
Nantinya dokter akan memeriksa benjolan tersebut, mulai dari ukuran, lokasi, hingga apakah benjolan tersebut dapat digerakkan atau tidak. Apabila benjolan bisa digerakkan dari dasarnya, biasanya benjolan tersebut merupakan tumor jinak.
Namun, jika benjolan tidak dapat digerakkan, yang artinya akar-akar dari tumor sudah menyebar ke area sekitar, maka hal tersebut dapat dicurigai sebagai tumor ganas atau kanker.
"Biasanya tumor tersebut akar-akarnya sudah menyebar ke area sekitar atau ke jaringan sekitar seperti mencengkeram, jadi tidak bisa digerakkan lagi. Itu artinya tumor sudah keluar dari kapsulnya sehingga bisa menyebar ke daerah lain, di mana ini adalah suatu karakteristik dari tumor yang ganas," kata dia.
Untuk menentukan jenis benjolan, lanjut Ika, biasanya dokter akan melakukan proses imaging. Selain dengan CT Scan atau MRI, metode lainnya yang bisa dilakukan dan lebih sederhana adalah USG.
Dengan USG, dokter bisa menentukan karakteristik dari benjolan yang ada di depan telinga tersebut.
"Jadi untuk pemeriksaan yang lebih sederhana itu kita bisa USG. Tapi kalau memang seandainya diperlukan suatu tindakan CT Scan atau MRI itu bisa kita lakukan," ucap Ika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kudus Darurat Longsor! Longsor Terjang 4 Desa, Akses Jalan Putus hingga Mobil Terperosok
-
5 Lapangan Padel Hits di Semarang Raya untuk Olahraga Akhir Pekan
-
Perbandingan Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina: Duel Low MPV Keluarga 100 Jutaan
-
Fakta-fakta Kisah Tragis Pernikahan Dini di Pati: Remaja Bercerai Setelah 6 Bulan Menikah
-
Miris! Sopir Truk Kawasan Industri Terboyo Keluhkan Iuran Pemeliharaan Tapi Jalannya Banyak Rompal