SuaraJawaTengah.id - Cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada awal Ramadan 1445 H di Jawa Tengah. Tak hanya itu, angin kencang pun wajib diantisipasi.
Hal itu berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Masyarakat Jawa Tengah bagian selatan agar mewaspadai angin kencang yang berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan.
"Potensi terjadinya angin kencang ini turut dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 91S di selatan Pulau Jawa," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo dikutip dari ANTARA Selasa (12/3/2024).
Dalam hal ini, kata dia, bibit siklon tropis 91S tersebut berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten bergerak ke arah tenggara atau selatan Pulau Jawa.
Ia mengatakan berdasarkan pantauan hingga pukul 10.15 WIB, kecepatan maksimum angin di wilayah perkotaan Cilacap yang tercatat oleh Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung mencapai 18 knot, sedangkan di Pos Meteorologi Bandara Tunggul Wulung Cilacap sebesar 17 knot.
"Selain angin kencang, masyarakat perlu waspada terhadap potensi terjadinya hujan lebat yang dipicu oleh beberapa faktor, salah satunya bibit siklon tropis 91S tersebut," katanya.
Menurut dia, faktor lain yang berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang kadang disertai petir dan angin kencang berupa aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase 3 (Indian Ocean), sehingga menunjukkan kondisi yang signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.
Selanjutnya, aktivitas monsun Asia berpengaruh terhadap peningkatan massa udara basah di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan ekuator termasuk sekitar wilayah Jateng, aktifnya gelombang atmosfer Rossby Ekuator di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk di Jateng, daerah konvergensi dan belokan angin terpantau di sekitar Jateng, serta labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di Jawa Tengah.
"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem ebrupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jateng pada 12-14 Maret," katanya.
Baca Juga: Kendalikan Gejolak Harga Beras, Pemprov Jateng-BI Gelar GPM Serentak di 4 Daerah
Teguh mengatakan wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada 12-14 Maret meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Temanggung, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Kota Salatiga, Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten/Kota Semarang, Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten/Kota Pekalongan, dan sekitarnya.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Budi Nugroho mengatakan berdasarkan laporan sementara sebanyak enam kejadian pohon tumbang akibat angin kencang terjadi sejak Senin (11/3) hingga Selasa (12/3) pagi.
Menurut dia, enam kejadian pohon tumbang itu tersebar di Desa Cikembulan, Cibangkong, dan Kranggan, Kecamatan Pekuncen; Sawangan dan Jingkang, Kecamatan Ajibarang; serta Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas.
"Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya angin kecang dan cuaca ekstrem lainnya seperti yang telah diperingatkan oleh BMKG," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei
-
Kembalinya MTQ Nasional ke Jateng Setelah 47 Tahun, Pawai Ta'aruf di Semarang Langsung Diserbu Warga
-
Bukan Cuma untuk Umat Islam, MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
-
Tim Gabungan Sita 2.188 Batang Rokok Ilegal di Wonosobo
-
Misi Promosi Liga 1 Dimulai! Kendal Tornado FC Bidik 3 Poin di Surabaya