Pakar Lingkungan dan Tata Ruang Kota Semarang, Mila Karmila, mengatakan sebaiknya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai menyiapkan solusi-solusi lain dalam menangani persoalan banjir.
Sebab menurut Milla, pemerintah kurang etis jika menyalahkan curah hujan yang menjadi penyebab terjadinya banjir. Sejauh ini penangan banjir yang dilakukan oleh pemerintah kurang mujarab.
"Pemkot Semarang harus menyiapkan segalanya sebelum terjadi banjir. Ke depannya bukan lagi tindakan kuratif melainkan preventif dengan menyiapkan jalur hingga tempat evakuasi," ucap Mila.
Karena letak geografis Semarang terbagi menjadi dua atas dan bawah. Sehingga perlu penyesuaian misalnya kawasan Semarang atas harus dijaga daerah-daerah yang menjadi resapan air.
Selain itu, sebelum memasuki musim penghujan. Pemkot Semarang harusnya secara berkala mengecek rute-rute saluran air dan hal-hal lainnya yang memicu terjadinya bencana banjir.
"Mindset kita sedang berlomba-lomba dengan air mungkin harus diubah. Kita yang seharusnya beradaptasi dan berdampingan dengan air," jelasnya.
Selanjutnya, langkah fundamental yang perlu dikerjakan Pemkot Semarang dalam mengatasi bencana banjir ialah membuat kebijakan dan tata ruang yang adaftif terhadap bencana.
"Posisi sekarang ini muka air laut sudah tinggi dengan daratan di salah satu kawasan pesisir. Pembuatan rumah apung atau bangunan apung lainnya sebaiknya harus mulai dipikirkan oleh Pemkot Semarang," tandasnya.
Kontributor : Ikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Semen Gresik Maknai Hari Kartini dengan Mendorong Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan
-
Semangat Hari Kartini, BRI Perkuat Pemberdayaan Perempuan untuk Ekonomi Inklusif
-
Dorong Bisnis Berkelanjutan, BRI Terapkan Praktik ESG dalam Strategi Operasional
-
BRI Raih Tiga Penghargaan di Infobank 500 Women 2026, Tegaskan Kepemimpinan Perempuan
-
Skandal Investasi Bodong 'Snapboost' di Blora: Nama Guru SMA Terseret, Ratusan Juta Melayang