SuaraJawaTengah.id - Rumah BUMN BRI Semarang kembali memberikan pelatihan kepada para pelaku Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi binaan. Tak hanya skil untuk berdagang, melainkan juga peluang usaha baru.
Koordinator Rumah BUMN Semarang, Endang Sulistiawati mengungkapkan, pelatihan UMKM rutin dilakukan. Kali dengan tema Agrobisnis jejamuran holistik.
"Pelatihan ini untuk memberikan ide peluang bisnis dengan modal kecil. Selain itu bisa menjadi usaha pendamping para pelaku UMKM," ujarnya kepada Suara.com di Rumah BUMN pada Rabu (24/4/2024).
Diketahui ada sekitar 7.000 para pelaku UMKM yang kini sudah bergabung dengan rumah BUMN. Mereka mendapatkan beragam fasilitas, dari pelatihan hingga pameran untuk promosi produknya.
"Tahun ini memang kami punya visi Go Modern, Go Online, Go Digital, Go Global. Salah satu yang jadi target kita adalah digitalisasi UMKM. Intinya Menaikkelaskan UMKM," ujarnya kepada Suara.com.
Sementara itu, Promotor Program Wisata Bisnis dan Sociopreneur, Iwan Budiono menyebut prospek penjualan komuditi jamur memiliki jejaring produksi dan pemasaran hasil yang relatif sudah berjalan baik di kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Menurutnya, harga komuditi ini relitif naik, terutama jika jumlah produksinya sering langka di musim panas ekstrem yang melanda saat ini.
"Komuditi ini intinya memiliki ekosistem bisnis yang relatif mandiri dan bertumbuh di setiap desa dan kota," ucapnya.
Ia pun mengajak para anggota Rumah BUMN untuk berbisnis jamur tersebut dengan sistem komunitas.
Baca Juga: Pernah Dibongkar Pengacara Alvin Lim, Ini Tiga Lokasi Markas Perjudian di Kota Semarang
"Kita harus mengembangkan bisnis komunitas berbasis komoditas kanal pasar baru. Orang biasanya lebih sering bisnis sendiri-sendiri," ucapnya.
Selain itu, sebagai komunitas ia juga akan lebih kreatif dalam membidik peluang usaha.
"Contoh melihat stunting, kita jangan melihat itu masalah, tapi itu peluang bisnis dengan membuat susu dari jamur tiram intinya upaya untuk memperbaiki gizi," ucapnya.
Tak hanya itu, peluang usaha juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
"Selain itu juga ini bisa menjadi wisata bisnis, orang akan datang belajar. Pastinya ekonomi akan menggeliat, cateringnya, oleh-olehnya, homestay dll," ujarnya.
Senada dengan Tri Wahyuni pelaku UMKM Tahu Bakso Semarang. Ia menyebut dengan pelatihan tersebut bisa menambah ide membuka usaha baru.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight
-
Sadis! Rampok Ponsel Tebas Telinga Korban hingga Nyaris Putus di Semarang
-
Bripka EJ Mubaligh Polres Wongiri Tersangka Kekerasan Seksual, Terancam Sanksi Kode Etik Pemecatan
-
Di Tengah Ancaman PHK, Investasi Baru di Jateng Buka 650 Lapangan Kerja
-
Musim Kemarau di Jateng Datang, Pendaki Gunung Diminta Tak Nyalakan Api Sembarangan