SuaraJawaTengah.id - Ibadah kurban merupakan salah satu ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya. Meski begitu Anda harus mengetahui terkait golongan siapa saja yang mampu dan tidak mampu melakukan qurban.
Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah tinggal menghitung hari. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya akan banyak umat Islam yang melakukan ibadah qurban sapi, kambing dan domba. Namun perlu diketahui kalau tidak semua orang diwajibkan untuk berkurban. Berikut adalah penjelasan mengenai golongan yang mampu dan tidak mampu berkurban saat Hari Raya Idul Adha:
Golongan yang Mampu Berkurban:
- Muslim. Maksudnya berkurban hanya diperuntukkan bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat sah sebagai muslim.
- Baligh dan berakal. Seseorang yang sudah mencapai usia baligh dan berakal sehat diwajibkan untuk berkurban jika mampu.
- Mampu. Adapun mampu di sini memiliki arti memiliki harta yang mencukupi untuk membeli hewan kurban. Menurut mazhab Hanafi, seseorang dikatakan mampu jika memiliki harta lebih yang senilai dengan nishab zakat mal, yaitu 200 dirham atau setara dengan 35 gram emas. Sedangkan menurut mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, batasan mampu untuk berkurban tidak ditentukan secara pasti dan diserahkan kepada kemampuan individu.
Golongan yang Tidak Mampu Berkurban:
- Anak-anak yang belum baligh. Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak diwajibkan untuk berkurban.
- Orang yang tidak berakal. Maksudnya orang yang tidak berakal, seperti orang gila, tidak diwajibkan untuk berkurban.
- Orang yang tidak memiliki harta yang cukup. Orang yang tidak memiliki harta yang cukup untuk membeli hewan kurban tidak diwajibkan untuk berkurban.
- Musafir. Musafir yang sedang dalam perjalanan jauh tidak diwajibkan untuk berkurban.
Perlu diingat bahwa hukum berkurban bagi yang mampu adalah sunnah muakkad, bukan wajib. Namun, bagi yang mampu, sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT dan untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Selain itu, perlu dicatat bahwa batasan mampu untuk berkurban dapat berbeda-beda tergantung pada pendapat ulama dan kondisi keuangan individu. Sebaiknya, konsultasikan dengan ulama atau lembaga keagamaan terpercaya untuk mendapatkan kejelasan mengenai hukum berkurban bagi diri sendiri.
Kontributor : Dinar Oktarini
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir
-
Turun Langsung ke Cilacap, Ini Deretan Aspirasi Warga yang Diterima Wapres Gibran dan Sekda Jateng
-
Atlet Selam Tewas Tenggelam Saat Porprov: Polisi Dalami Kemungkinan Unsur Kelalaian
-
Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026
-
Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi