SuaraJawaTengah.id - Bupati Kendal Dico Ganinduto meresmikan peluncuran wifi gratis di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kaliwungu dan Boja pada Minggu (9/6/2024) kemarin.
Kepada Dico, masyarakat pun mengaku senang dengan adanya wifi gratis yang bisa diakses secara umum di lokasi tersebut.
"RTH yang saya buat ini bermanfaat atau tidak?" tanya Dico kepada masyarakat dikutip melalui akun Instagram resminya pada Rabu (12/6/2024).
Sontak, warga yang datang pun mengaku bahwa RTH yang dibuat oleh Dico sangat bermanfaat. "Bermanfaatttt!!" teriak para warga.
Diketahui, sebelum dibangun RTH Boja, lokasi tersebut merupakan bangunan terminal yang sangat lama tidak dipakai atau mangkrak.
Menurut warga setempat terminal mangkrak tersebut bahkan di malam hari sering digunakan untuk kegiatan kegiatan negative.
Namun, di era kepemimpinan Dico Ganinduto salah satu programnya yaitu merevitalisasi bangunan tersebut agar lebih bermanfaat untuk masyarakat di Kabupaten Kendal, yaitu dengan dibangun RTH yang kini telah dilengkapi dengan wifi dan masyarakat dapat mengaksesnya secara gratis.
Sehingga, Dico pun berharap dengan adanya RTH Boja, masyarakat dapat memanfaatkannya untuk berbagai kegiatan seperti olahraga, UMKM dan lainnya.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna pun mengapresiasi kinerja Bupati Dico, yang merevitalisasi terminal mangkrak menjadi RTH. Menurutnya, ide-ide kreatif tersebut sebagai optimalisasi dan peningkatan fungsi.
"Terminal mangkrak itu kan kumuh, semrawut, menjadi tempat untuk berkegiatan negative. Nah, dia berhasil memberikan nilai plus berupa RTH (ruang terbuka hijau), yaitu penggalihan fungsi," kata Yayat.
Menurutnya, dari revitalisasi tersebut yang paling penting adalah nilai manfaat yang diterima oleh masyarakat.
"Jadi yang paling penting dari semua itu adalah quality of life. Apakah dengan perubahan itu, quality of life orang di Kendal itu makin bagus atau tidak," kata dia.
"Misalnya, contoh dari tidak punya taman punya taman, dari panas menjadi sejuk dengan RTH, ada rekreasi, ada ruang interaksi. Nah, itu kan quality of life meningkat, jadi apa yang dilakukan itu adalah bagaimana menambah nilai positif dari ruang," lanjutnya.
Yayat mengatakan bahwa saat ini banyak ruang tak berguna, yang justru malah dijadikan tempat menghasilkan uang. Saat ini, menurutnya Bupati Dico bisa merubah bagaimana ruang tersebut memberikan nilai kebahagiaan bagi masyarakat.
"Jadi apalah artinya ada fungsi-fungsi ruang namun pada akhirnya tidak memberikan manfaat atau kebahagiaan buat warga. Jadi di sini, yang dilakukan oleh bupati itu kalau masyarakat menyambut dengan positif itu sangatlah bagus," lanjutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha
-
Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran
-
Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet
-
Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman
-
Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM