SuaraJawaTengah.id - Festival budaya di Gunung Slamet bakal digelar pada Juli 2024 mendatang. Tentu saja, momen tersebut diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang.
Pemerintah Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), memastikan Festival Gunung Slamet (FGS) VII Tahun 2024 siap digelar di Desa Wisata Lembah Asri Serang (D'LAS) pada 12-14 Juli.
"Insya Allah persiapannya sudah mencapai lebih dari 80 persen, dan kebetulan saya baru saja mengikuti rapat secara virtual dengan Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) untuk membahas rencana kegiatan tersebut," kata Kepala Desa Serang Sugito, di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga dikutip dari ANTARA pada Rabu (26/6/2024).
Ia mengaku bersyukur karena FGS yang dirintis Pemdes Serang bersama salah satu tokoh masyarakat setempat, yakni almarhum Tridaya Kartika dan Komunitas Hijau sejak tahun 2018 itu, pada tahun ketujuh dapat diakui sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf.
Baca Juga: Sejarah Tradisi Dugderan Semarang Tempo Dulu, Pernah Pakai Bom Udara
Dengan demikian, kata dia, penyelenggaraan kegiatan tersebut mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jateng, dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, di samping adanya dukungan dari Bank Indonesia serta sejumlah sponsor.
"Kami tetap konsisten, apa yang sudah dirintis dari awal tetap dilaksanakan setiap tahunnya dengan sungguh luar biasa menguras tenaga, pikiran, maupun material," katanya.
Kendati demikian, dia mengaku tidak pernah putus asa dan ternyata usaha yang tidak pernah berhenti tersebut bisa membuahkan hasil, sehingga FGS VII Tahun 2024 bisa menjadi bagian dari KEN.
Lebih lanjut, dia mengatakan berbagai kegiatan yang digelar dalam FGS VII Tahun 2024 tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, di antaranya berupa prosesi pengambilan air dari Tuk Sikopyah, perang tomat, pawai budaya, dan Serang Carnival.
"Kami menargetkan pergelaran FGS VII Tahun 2024 dapat dikunjungi sekitar 30.000 pengunjung seperti halnya tahun-tahun sebelumnya. Insya Allah bisa terealisasi karena kegiatan ini gratis," katanya lagi.
Baca Juga: Bakal Lebih Meriah, Pasar Dugderan Kota Semarang Digelar Mulai 28 Februari 2024
Ia mengharapkan kehadiran pengunjung dalam FGS VII Tahun 2024 dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Berita Terkait
-
Budaya Klan di Tempat Kerja, Solidaritas atau Perangkap Emosional?
-
Dari Grebeg Syawal Hingga Bodo-Bodo: Intip Tradisi Lebaran Khas Wonogiri
-
Ewuh Pakewuh, Budaya Jawa yang Memengaruhi Kesehatan Mental
-
Ini Panduan Lengkap Liburan ke Candi Prambanan Beserta Harga Tiket selepas Nyepi
-
Berencana Liburan ke Keraton Yogyakarta? Ini Harga Tiket dan 5 Pengalaman Unik yang Didapat
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara