SuaraJawaTengah.id - Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa resmi menjadi bagian dari Agama yang diakui di Indonesia. Bahkan, agama itu juga sudah dicantumkan di Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang siap mencetak guru atau penyuluh pendidikan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di berbagai sekolah di Indonesia.
Rektor Untag Semarang Prof Suparno, di Semarang, Rabu, menyebutkan bahwa kampusnya adalah satu-satunya perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Pendidikan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME.
"Satu-satunya se-Indonesia, berapa ribu perguruan tinggi dengan berapa ribu prodi. Satu-satunya hanya di Untag," katanya, saat membuka "Diskusi Publik: Pemenuhan Hak Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Antara Komitmen Negara dan Realitasnya" dukutip dari ANTARA pada Kamis (27/6/2024).
Saat ini, kata dia, Prodi Pendidikan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME di Untag Semarang telah memasuki angkatan ketiga dan memiliki sebanyak 87 mahasiswa.
Menurut dia, para mahasiswa yang berkuliah di prodi tersebut seluruhnya mendapatkan beasiswa atau dibiayai oleh negara, dan mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"Semua mahasiswa kami (prodi penghayat kepercayaan) adalah 100 persen beasiswa dari negara. Setiap tahun pasti meningkat. 87 mahasiswa ini dari seluruh Indonesia, sampai Merauke ada," katanya.
Setelah lulus, Suparno mengharapkan mereka akan menjadi penyuluh-penyuluh pendidikan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan di berbagai wilayah di Indonesia.
"Kami 'welcome' betul karena kami mendapatkan pendampingan dari Kemendikbud Ristek agar penghayat kepercayaan itu selalu 'sustainable' ke depan," katanya.
Baca Juga: Kontrak Adi Satryo di PSIS Semarang Diperpanjang 2 Musim
Program Manager Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Tri Noviana membenarkan bahwa ketersediaan guru atau penyuluh pendidikan penghayat kepercayaan memang masih menjadi kendala.
"Ada di SMK Negeri 1 Kasihan, Bantul, Yogyakarta, guru yang diakui penuh sebagai tenaga pendidik mata pelajaran penghayat kepercayaan. Namanya Triani. Dia satu-satunya yang dapat pengakuan guru mapel," katanya.
Padahal, ada juga murid-murid penghayat kepercayaan di sekolah lain yang juga membutuhkan mapel penghayat kepercayaan yang harus tetap dilayani hak pendidikannya meski jumlahnya tidak banyak.
Diakuinya, nomenklatur linearitas dalam UU Sisdiknas memang menjadi salah satu penghambat belum tersedianya guru mapel penghayat kepercayaan di sekolah yang memiliki siswa penghayat kepercayaan.
"Makanya, kalau lulusan Untag ini lulus, harapannya langsung bisa mengikuti PPG (Pendidikan Profesi Guru) untuk penghayat kepercayaan maka bisa ngajar dan memenuhi standar UU Sisdiknas," katanya.
Sementara itu, Nata Hening Graita Prameswari, mahasiswi angkatan pertama Prodi Pendidikan Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Untag mengaku punya keinginan mempertahankan dan melestarikan budaya spiritual yang berasal dari Nusantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Musim Kemarau Sudah Dekat, BMKG Beri Peringatan Hujan Masih akan Mengguyur Wilayah Jateng
-
Apresiasi Ombudsman Jateng, YPAI biMBA AIUEO: Keadilan untuk Rumah Baca Purbalingga Terwujud
-
Predator Dana Hari Tua: Eks Pegawai Bank Tipu 60 Pensiunan di Purwokerto Lewat Investasi Bodong
-
Kedok Umrah Ramadan Berujung Petaka, Biro Travel di Temanggung Gasak Uang Jemaah hingga Rp3 Miliar
-
Gubernur Luthfi Instruksikan APBD Perubahan 2026 Untuk Genjot Perbaikan Jalan