SuaraJawaTengah.id - Jelang dilakukannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang telah menemukan setidaknya ada 1.583 pemilih baru.
Hal itu ditemukan saat KPU Kota Semarang tersebut melakukan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) yang saat ini masih berjalan.
"Pemilih baru sudah ada 1.583 orang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini dikutip dari ANTARA pada Selasa (9/7/2024).
Data tersebut merupakan laporan hasil coklit dari panitia pemutakhiran data pemilih (pantarlih) per 8 Juli mendatang, dan kemungkinan masih akan bertambah.
Baca Juga: Regulasi Baru, Persaingan Kian Panas di Trial Game Dirt 2024 Semarang
Namun, ia mengatakan bahwa pemilih baru tersebut merupakan pemilih yang pindah domisili setelah data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri diberikan kepada KPU.
"Jadi, data kependudukan diserahkan Desember 2023. Dari Januari hingga Juni 2024 ada warga luar kota yang sudah menetap di Kota Semarang dan ber-KTP Kota Semarang," katanya.
Ada juga pemilih baru yang berusia 17 tahun, kata dia, tetapi pemilih tersebut merupakan bagian dari keluarga dari luar kota yang sudah menetap atau ber-KTP Kota Semarang.
Untuk pemilih baru yang merupakan warga Kota Semarang asli, kata dia, sejauh ini sudah tercatat di daftar pemilih yang telah diberikan.
Artinya, pemilih dari warga asli Kota Semarang yang berusia 17 tahun saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November 2024 sudah tercatat.
Baca Juga: Cek HP Anak Rutin! Wali Kota Semarang Ungkap Banyak Pelajar Terjerumus Judi Online
"Kami menerima data warga yang berusia 17 tahun saat 27 November mendatang dan itu sudah tercatat," katanya.
Selama tahapan coklit, kata dia, masyarakat yang belum terdaftar dalam data pemilih bisa langsung menyampaikan kepada pantarlih.
"Kalau masih dalam masa coklit silakan disampaikan kepada petugas coklit. Kalau pasca-coklit kan pantarlih sudah enggak bekerja, bisa langsung lapor KPU, PPK, atau PPS. Masyarakat bisa mengecek apakah namanya sudah tercantum apa belum," katanya.
Saat ini, progres tahapan coklit di Kota Semarang untuk penyelenggaraan Pilkada 2024 sudah mencapai 58 persen sejak dimulai pada 24 Juni lalu.
Coklit yang dilakukan pantarlih bertujuan untuk mencoret pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan memasukkan pemilih baru yang belum terdaftar.
Per 8 Juli 2024, progres coklit sudah mencapai 58 persen atau sebanyak 742.638 pemilih dari total 1.280.079 pemilih dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4).
Berita Terkait
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Hasto Klaim Dapatkan Intimidasi Sejak 2023: Makin Kuat Setelah Pilkada 2024
-
Mendagri Tito Tolak Usulan Fraksi Gerindra Minta PSU Pilkada Pakai Dana Pendidikan: Kami Gak Korbankan yang Wajib
-
Minta KPU-Bawaslu Seefisien Mungkin Ajukan Anggaran PSU Pilkada, Hitung-hitungan Kemendagri Tak Sampai Rp 1 T
-
Alasan Efisiensi, KPU Tiadakan Kampanye Akbar di PSU Pilkada 2024
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara