SuaraJawaTengah.id - Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri terus mengupayakan zero residivism dari para mantan narapidana terorisme (napiter).
Sentuhan humanis dilakukan agar mereka tidak kembali ke kelompok lamanya, termasuk pula mencegah mereka melakukan tindak pidana baru.
Salah satu wilayah yang jadi fokus Densus adalah Jawa Tengah.
Pada Rabu (7/8/2024) tim Direktorat Identifikasi dan Sosial (Idensos) Densus 88/AT yang dipimpin Kepala Subdirektorat Integrasi Koordinasi (Inkoor) Dit Idensos Kombes Pol. Indra Kurniawan menemui Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin dan tim di kantornya, Kota Semarang.
Pada kegiatan itu, Indra memaparkan tentang penyiapan program Rumah Transisi dalam rangka upaya zero residivism itu. Bentuknya adalah program penguatan reintegrasi sosial untuk para mantan napiter di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, termasuk pariwisata dan UMKM.
“Secara teknis nantinya berjalan pentahelix, di antaranya berkolaborasi dengan pemerintah, profesional akademisi, hingga masyarakat yang punya concern di isu ini, target kami zero residivism,” kata Indra.
Dia menyebut, saat ini Densus 88 berubah pola pada kerja-kerjanya, yakni mengedepankan deradikalisasi. Dia melanjutkan, pada kerja-kerja seperti itu, karakteristik dan potensi tiap daerah tentu berbeda-beda. Di sinilah, identifikasi yang tepat diperlukan agar mendapatkan solusi yang juga tepat.
“Jadi seperti gunung es, yang paling atas adalah deradikalisasi, kalau tidak bisa (dilakukan) baru penegakan hukum, tapi di paling bawah intelijen kami tetap berjalan,” sambungnya.
Kepala Kesbangpol Provinsi Jateng Haerudin menyambut baik rencana kolaborasi dengan Dit Idensos Densus 88.
Baca Juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Kabupaten Sragen, Ini Penjelasan Polisi
“Di Jateng, misalnya ada Baznas yang juga aktif dengan kami memberikan bantuan dan pendampingan, namun karena belum ada program khusus (anggaran), jadi kami mengikuti pola kegiatannya Baznas,” kata Haerudin.
Dia mengatakan di Jateng, sudah ada beberapa yayasan atau paguyuban para mantan napiter. Di antaranya; Yayasan Persadani (Semarang), Yayasan Gema Salam (Solo), Yayasan Derap Bhakti Pertiwi (Banyumas), Paguyuban Podomoro (Brebes), dan Bahurekso (Kendal).
Dia juga menyebut di Kantor Kesbangpol Jateng sudah ada ruang Call Center Pusat Pelayanan Cegah Terorisme.
“Ini untuk preventif, kami biasa berdiskusi di sini, FKPT juga berkumpul di sini, BNPT, dari Polhukam juga Kemendagri,” tandasnya.
Sementara itu, di hari yang sama, tim Densus 88 juga menemui beberapa dosen dari Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam TIMARU (Tim Anti-Radikalisme Undip) untuk mendiskusikan upaya-upaya bersama ke depan untuk kegiatan deradikalisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis