SuaraJawaTengah.id - Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri telah memetakan kampus, termasuk tempat ibadah masjid, musala di sekitar kampus sebagai lokasi deradikalisasi. Di Jawa Tengah, salah satu lokasi yang digarap Densus adalah Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
“Berdasarkan catatan dan sejarahnya, ada benang merahnya. Di setiap kampus dan sekitarnya itu tetap kita lakukan pemantauan,” ungkap Kepala Subdirektorat Integrasi Koordinasi (Inkoor) Direktorat Identifikasi Sosial (Idensos) Densus 88/AT Polri Kombes Pol. Indra Kurniawan, Senin (26/8/2024).
Densus, sebut Indra, tidak bisa menyebutkan secara spesifik temuan yang ada. Namun, Densus menegaskan program deradikalisasi itu perlu dilakukan.
“Kita tidak bisa sebutkan spesifik (temuan, hasil pemantauan), tapi yang kita lakukan ini merupakan tanda sinyal bahwa program deradikalisasi ini harus dilakukan di Undip,” sambung Kombes Indra.
Kombes Indra menyebut timnya awal Agustus telah menemui sejumlah petinggi di kampus Undip untuk berdialog dan memaparkan langkah-langkah yang bisa dikerjakan bersama pada konteks deradikalisasi.
Ini seiring dengan perubahan pola di Densus 88/AT, yakni mengedepankan deradikalisasi dalam penanganan terorisme. Program deradikalisasi, sebut Kombes Indra, merupakan program pemolisian yang dikedepankan di tahun 2024 – 2029 oleh Mabes Polri.
Sebab itu, program deradikalisasi ini tidak bisa dilaksanakan hanya sendiri oleh Densus.
“Ini memerlukan banyak kerjasama dengan semua pihak, pendekatan pentahelix, ada lima komponen yang punya peran yang sama dalam program deradikalisasi ini salah satunya dari pihak akademisi,” jelasnya.
“Oleh karena itu kami berharap dari Pak Rektor, meningkat kesadarannya untuk membuat program-program yang aplikatif ke depannya dan itu bisa kita lakukan bersama, kita (Densus) siap melakukan pendampingan,” lanjut Kombes Indra.
Baca Juga: Mahasiswi FK Diduga Lakukan Bunuh Diri, UNDIP Bantah Ada Perundungan
Diketahui, Undip sendiri sebelumnya telah mempunyai Tim Anti-Radikalisme Undip (Timaru).
Mantan Ketua Timaru M. Adnan membenarkan sebelumnya bersama beberapa pejabat kampus Undip ada pertemuan dengan Densus 88.
“Sudah saya pertemukan dengan ketuanya (yang menangani) yang baru sekarang, cuma namanya saya dengar sekarang berubah nggak Timaru lagi, nah itu yang agak mengaburkan, itu yang saya sayangkan,” kata M. Adnan saat ditemui di Kampus FISIP Undip, Tembalang Kota Semarang, Senin siang.
Tim Undip yang baru itu, sebut Adnan, tidak hanya mengurusi radikal teror, namun juga beberapa hal lain di antaranya soal narkoba.
“Itu yang nggak fokus. Kalau ada 3 masalah yang dihadapi ya bikin 3 wadah. Yang kompeten, untuk tangani masing-masing, kalau 3 persoalan digabung ditangani 1 orang padahal keahliannya di satu bidang, nggak fokus. Saya udah sarankan agar ini dikembalikan ke wadah yang lebih fokus. Nanti Mas Indra (Densus) bisa action, kerjasamanya bisa di situ,” lanjut M. Adnan
Sementara itu, di Kampus FISIP Undip Tembalang pada Senin pagi digelar bedah buku dan seminar bertajuk “Radikalisme – Terorisme: Problem Kekerasan Berbasis Agama dan Sketsa Kelompok Garis Keras di Dunia”. Buku yang dibedah karya M. Adnan berjudul “Kekerasan Berbasis Agama” dan Radikalisme dan Terorisme: Sketsa Kelompok-Kelompok Garis Keras di Dunia”.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
KPK Telusuri Aliran Uang Rp19 Miliar, Anak dan Suami Fadia Arafiq Diperiksa
-
Kekeringan Jateng Belum Usai, Purworejo Catat 172 Hari Tanpa Hujan
-
22 Kasus Kekerasan di Pondok Pesantren Jateng Catat 85 Korban, Pencegahan Jadi Sorotan
-
Semarang Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Jateng Berpotensi Hujan Ringan
-
Divonis 8,5 Tahun Penjara, Sudewo Sebut Ada Intervensi Politik