SuaraJawaTengah.id - Kuasa hukum keluarga almarhumah AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di Undip Semarang, Misyal Achmad, menegaskan bahwa keluarga korban tidak akan menghentikan laporan terkait dugaan perundungan yang dialami AR.
Menurut Misyal, kasus ini telah menciptakan kegelisahan dalam dunia pendidikan kedokteran, menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan tinggi perlu perbaikan serius dalam memastikan keamanan mental para mahasiswa.
"Kasus ini sudah menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, Kapolri, serta Menteri Kesehatan. Penyidikan oleh Polda Jawa Tengah harus dikawal dengan ketat," kata Misyal dikutip dari ANTARA pada Kamis (12/9/2024).
Ia juga menekankan pentingnya peran Universitas Diponegoro (Undip) dalam menangani kasus ini.
"Undip harus menunjukkan komitmennya untuk membersihkan institusinya dari pelaku-pelaku perundungan. Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi setiap mahasiswa," tegasnya.
Polda Jawa Tengah sendiri telah memeriksa belasan saksi dan melakukan pendalaman terhadap rekan-rekan seangkatan AR. Penyelidikan lebih lanjut sedang berjalan untuk mengungkap kejadian yang diduga menyebabkan AR mengambil langkah tragis di tempat indekosnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Bukan Sekadar Mediasi, KPAI Minta Pemulihan Korban Bullying SMPN 1 Blora Jadi Prioritas
-
HUT ke-81 RI, BRI Perkuat UMKM dan Inklusi Keuangan Nasional
-
Tebus Sembako Rp100 Ribu, Pertamina Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Sekaligus Bantu Korban Gempa NTT
-
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung 'Gang Presiden' Warga Berkostum Adat Olahan Limbah
-
Saat Kemerdekaan Diukur dari Isi Dompet Rakyat, Ini Pesan Gubernur Ahmad Luthfi