SuaraJawaTengah.id - Polrestabes Semarang mengambil langkah tegas dalam menghadapi kenakalan remaja yang berujung pada tindakan kriminal di wilayah ibu kota Jawa Tengah. Kasus-kasus yang melibatkan remaja, termasuk tindakan kekerasan dan tawuran antar-gangster, menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, menyatakan bahwa penegakan hukum terhadap kenakalan remaja yang sudah melampaui batas kewajaran dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari proses pidana hingga pembinaan.
Selama tahun 2024, sebanyak 43 kasus tawuran antar-gangster telah diproses oleh Polrestabes Semarang, dengan 77 remaja dijadikan tersangka dan menghadapi proses hukum lebih lanjut.
Penegakan hukum yang dilakukan tidak hanya mencakup hukuman pidana bagi pelaku yang terlibat dalam tindak kriminal berat, tetapi juga upaya pembinaan bagi remaja yang terlibat dalam pelanggaran ringan.
Baca Juga: Perlu Shock Therapy untuk Gangster! Ratusan Pelajar di Jateng Terlibat Kejahatan
"Pelaku dengan pelanggaran yang tidak terlalu serius dikembalikan kepada orang tua mereka, sebagai bagian dari pembinaan," jelas Irwan dikutip dari ANTARA pada Jumat (4/10/2024).
Langkah ini dilakukan dengan harapan untuk menghindari kriminalisasi berlebihan terhadap remaja yang masih bisa dibina.
Menurut Irwan, ada beberapa faktor yang memicu kenakalan remaja, termasuk pengaruh negatif dari teman sebaya, kurangnya pengawasan dari orang tua, dan paparan terhadap lingkungan yang tidak kondusif.
Tekanan dari lingkungan sosial seringkali menjadi pemicu utama tindakan kriminal di kalangan remaja, sehingga peran orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi sangat penting dalam mencegah hal ini.
“Penanganan serius kenakalan remaja tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, namun membutuhkan dukungan dari keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Baca Juga: PN Semarang Pastikan Layanan Hukum Tetap Berjalan, Tidak Ikut Aksi Mogok Hakim
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mengurangi stigma negatif yang melekat pada kenakalan remaja dan mencegah berkembangnya aksi kriminal di kalangan remaja.
Berita Terkait
-
Pulang ke Italia, Pemain Keturunan Semarang Sebut Butuh Satu Kemenangan Lagi
-
8 Tempat Penitipan Hewan Peliharaan di Semarang saat Mudik Lebaran
-
Satu Keluarga Jemaah Umrah Semarang Meninggal dalam Kecelakaan Maut, Rencana Lebaran di Mekkah Pupus
-
Tarif Tol Jakarta-Semarang Makin Murah? Cek Diskon Mudik Lebaran 2025 di Sini!
-
Ini Rekomendasi Catering Murah Saat Lebaran di Semarang
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara
-
Wapres Gibran Mudik, Langsung Gercep Tampung Aspirasi Warga Solo!
-
Tragedi Pohon Tumbang di Alun-Alun Pemalang: Tiga Jamaah Salat Id Meninggal, Belasan Terluka