SuaraJawaTengah.id - Lapas Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan, di bawah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, telah menerima pemindahan 9 narapidana kasus terorisme dari Rutan Mako Brimob Cikeas, Rutan Kelas I Depok, pada 31 Oktober 2024.
Para narapidana tersebut diterima oleh Kepala Lapas Pasir Putih, Enjat L, bersama pejabat administrasi dan staf keamanan Lapas. Proses pemindahan dilakukan dengan pengawalan ketat dari anggota Polsek Nusakambangan, Densus 88 AT, petugas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Kejaksaan Agung RI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sebagai bagian dari sinergitas Ditjenpas dengan BNPT dan Kejaksaan Agung RI.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Tejo Harwanto, melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kadiyono, menegaskan bahwa pemindahan ini merupakan hasil kerjasama intensif dari berbagai pihak terkait.
“Tentu ini merupakan sinergi antara Ditjen Pemasyarakatan, BNPT, Densus 88 AT, Kejaksaan Agung, dan pihak Lapas untuk memastikan pengawasan yang maksimal,” ujarnya dari keterangan tertulis pada Jumat (1/11/2024).
Para narapidana ditempatkan di Lapas High Risk Kelas IIA Pasir Putih dengan sistem keamanan Super Maximum Security. Setiap narapidana ditempatkan di sel one man one cell yang dilengkapi pengawasan CCTV terintegrasi selama 24 jam.
“Kami menjalankan pengawasan sesuai SOP, dengan pengawasan CCTV 24 jam dan kontrol langsung dari petugas keamanan secara berkala,” jelas Enjat L, Kalapas Pasir Putih.
"Langkah ini bertujuan mencegah segala potensi ancaman dan menjaga ketertiban keamanan dalam Lapas," tambahnya.
Pemindahan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam upaya menjaga keamanan nasional dengan pendekatan pencegahan. Menempatkan narapidana kasus terorisme di fasilitas berkeamanan tinggi diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat dan negara serta mendukung program revitalisasi pemasyarakatan.
Baca Juga: Tak Mau Dicurangi, DPP PDIP Bentuk 10 Ribu Posko Hukum di Jateng untuk Kawal Pilkada
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Tragis! Atlet Selam Jepara di Porprov Jateng 2026 Tewas Tenggelam, Ini Kronologinya
-
Persiapan Menuju PON 2028, Gunung Slamet Jadi Kawah Candradimuka Atlet Trail Run Jateng
-
Kendal Tornado FC Gagal Gusur Deltras, Manajemen Tetap Gas Target Liga 1
-
2 Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak