SuaraJawaTengah.id - Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Pemberdayaan dan Penguatan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno, menyoroti pentingnya keselamatan transportasi wisata dan evaluasi program mudik gratis pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.
Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik gratis tidak cukup hanya berdasarkan angka statistik hasil survei, tetapi juga harus memperhatikan fakta di lapangan agar lebih tepat sasaran.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (2024), potensi pergerakan masyarakat secara nasional diperkirakan mencapai 110,67 juta orang (39,30%). Mayoritas perjalanan masih terpusat di Pulau Jawa, dengan Jawa Tengah (17,10%) dan DI Yogyakarta (15,77%) sebagai tujuan utama. Moda transportasi yang dominan digunakan meliputi mobil (36,07%), sepeda motor (17,71%), dan kereta api (15,05%).
Di pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, lonjakan aktivitas diperkirakan signifikan. Djoko mengingatkan pentingnya pengelompokan moda seperti sepeda motor, bus, dan mobil penumpang, serta penerapan sistem penundaan (delaying system) yang disiplin untuk menghindari kekacauan seperti yang terjadi pada musim mudik Lebaran 2024.
"Tingginya mobilitas masyarakat pada akhir tahun, yang juga bersamaan dengan liburan sekolah, membuat keselamatan transportasi wisata menjadi prioritas utama. Berdasarkan survei, 45,67% masyarakat bepergian untuk berwisata," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Sabtu (7/12/2024).
Djoko menekankan perlunya penerapan standar keselamatan transportasi sesuai Surat Edaran Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No. SE/8/DI.01.01/MK/2022.
Selain itu ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur tarif sewa bus wisata yang murah, tetapi mengabaikan aspek keselamatan. Fasilitas seperti alat P3K, pemadam kebakaran, pintu darurat, dan palu pemecah kaca harus tersedia. Perusahaan transportasi wisata wajib melakukan uji kelaikan kendaraan secara berkala.
"Program mudik gratis untuk sepeda motor kurang efektif dalam mengurangi kemacetan. Sebaliknya, pengadaan bus gratis perlu diperbanyak, terutama untuk daerah seperti Lampung yang memiliki kebutuhan angkutan lebih besar. Menurut data, sepeda motor telah menjadi moda dominan dengan 137,35 juta unit terdaftar (83,68% dari total kendaraan bermotor di Indonesia). Hal ini membuat mudik gratis sepeda motor di Jawa dianggap tidak lagi relevan," tulisnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan moda transportasi umum di daerah-daerah dengan mayoritas umat Kristen dan Katolik, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Papua. Selain itu, ia menilai bahwa program pelayaran gratis yang dimulai saat musim mudik Lebaran 2024 telah memberikan manfaat bagi masyarakat yang tidak mampu membeli tiket pesawat.
Baca Juga: Awas! Ini 4 Shio yang Kurang Beruntung di Tahun 2024
Djoko menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan transportasi pada periode Nataru 2024/2025 akan menjadi modal penting dalam mempersiapkan mudik Lebaran 2025. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan mampu memperbaiki sistem transportasi dan memastikan keselamatan pengguna sebagai prioritas utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Lebih dari Pendidik, Guru PAUD dan TK Diharapkan Jadi Teladan Pembentukan Karakter Anak
-
Menaker Apresiasi Program Magang Nasional BRI, Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
-
BRI Gandeng Prodia, Hadirkan Promo Medical Check-Up hingga Pemeriksaan Genomics
-
Kisah Cucur Aulia, UMKM Binaan RB Rembang yang Sukses Mengangkat Jajanan Tradisional
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti